Bupati Cilacap Tak Mampu Penuhi Pekerja Seni, Apa Itu?

user
tomi 09 Juli 2020, 11:22 WIB
untitled

CILACAP, KRJOGJA.com - Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyatakan belum bisa memenuhi permintaan para pekerja seni Cilacap untuk segera membuka kembali kegiatan hajatan, karena saat ini, jumlah warga yang masih mendapatkan perawatan akibat positif Covid-19 masih tinggi atau sebanyak 4 orang.

"Saya khawatir jika kegiatan hajatan dibuka kembali akan menimbulkan kluster baru di Cilacap,"ujarnya, ketika mengadakan pertemuan dengan para pekerja seni Cilacap, Rabu (08/07/2020).

Menurutnya, kegiatan pengumpulan massa pada acara hajatan sangat berpotensi terjadinya penularan. Apalagi kondisi itu tidak dibarengi dengan kedisiplinan orang dalam melakukan protokoler kesehatan. "Apa anda akan menjamin bila kegiatan hajatan dibuka kembali tidak akan terjadi penularan Covid-19?. Kalau saya tidak menjamin,"lanjutnya.

Kendati para pekerja seni sudah meneggelar simulasi kegiatan hajat dengan protokoler kesehatan. Karena masyarakat, terutama di pedesaan jika ada hajatan tidak mungkin dihadiri beberapa orang saja. Apalagi ada pagelaran seninya. "Di desa orang yang tidak masuk dalam daftar undangan tetap saja menghadiri hajatan tersebut, karena merasa 'ewuh pakewuh"jelasnya.

Terkait kemungkinan dilakukan pembukaan kembali yang bersifat mengumpulan massa, tambah bupati, pihaknya sudah melakukan anjangsana ke daerah lain, baik Jogja maupun Jakarta. "Pada new normal itu

disana sudah dilakukan pembukaan kembali car free day, namun beberapa berikutnya dilakukan penutupan, karena masyarakat tidak lagi berdisiplin melaksanakan protokoler kesehatan,"katanya.

Karena itu, kata Bupati, Pemkab Cilacap tetap berhati-hati jika akan membuka kembali kegiatan yang bersifat massal.

Juru Bicara PPSC Kusno Sujarwadi mengatakan, penutupan kegiatan hajatan selama pandemi Covid-19, berdampak pada menganggurnya pada pekerja seni. Baik itu seni merias pengantin, panggung, seni tradisional maupun modern, hingga para penyedia sarna dan prasarana hajatan kehilangan pekerjaannya. Makanya, sekarang ini pihaknya berharap Bupati Cilacap bisa membuka kembali kegiatan hajatan di Cilacap.

"Kami juga telah memberikan video simulasi kegiatan hajatan di tengah pandemi. Pada pertemuan itu, kami belum dapat hasil yang positif apakah hajatan dan hiburan boleh dibuka karena masih ada empat kasus positif Covid di Cilacap,” katanya.(Otu)

Credits

Bagikan