Penyembelihan Hewan Kurban Bisa Dilakukan di Lingkungan Masjid Asalkan Penuhi Empat Hal Ini

user
tomi 24 Juni 2020, 09:21 WIB
untitled

PELAKSANAAN ibadah kurban di masa pandemi Covid-19 idealnya harus dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Namun, penyembelihan bisa juga dilakukan di lingkungan masjid asalkan memenuhi empat hal ini sebagaimana direkomendasikan Pusat Kajian Halal, Fakultas Peternakan (Fapet). Berikut penjelasannya :

Tidak Ada Kerumunan Massa

Direktur Pusat Kajian Halal Fapet UGM, Ir Nanung Danar Dono SPt MP PhD IPM ASEAN Eng mengatakan, saat proses penyembelihan kurban diupayakan jangan sampai terjadi kerumunan massa. ”Tujuannya, melindungi panitia kurban dan warga masyarakat dari risiko tertular Covid-19, namun tetap dapat melaksanakan ibadah kurban,” kata Nanung Danar Dono, Selasa (23/6).

Penyembelihan di Daerah Aman

Nanung menjelaskan, ada ketentuan dalam proses pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19, yakni penyembelihan ternak kurban hanya dilaksanakan di wilayah yang diyakini aman menurut informasi resmi dari pemerintah.

Sebelum memutuskan akan menyelenggarakan penyembelihan ternak kurban di lingkungan masjid, pengurus takmir hendaknya mengkaji dan mempertimbangkan dengan matang situasi dan kondisi terkini dengan memperhatikan fatwa ulama, ahli kesehatan dan instruksi pemerintah

Apabila sudah ada ternak kurban yang telanjur dititipkan kepada pengurus takmir, pengurus dapat menyalurkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan melalui lembaga resmi seperti Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Rumah Zakat (RZ) dan sebagainya. Selain itu, untuk meminimalkan risiko penularan virus, proses penyembelihan sebaiknya dilaksanakan di rumah potong hewan (RPH) resmi milik pemerintah.

Siapkan Tim Jagal Khusus

Tetapi, apabila tidak memungkinkan disembelih di RPH dan diputuskan ternak disembelih di area masjid, hendaknya panitia kurban menyiapkan tim jagal (petugas penyembelih) yang memahami syarat sah penyembelihan ternak menurut ketentuan syariat Islam, amanah dengan tugasnya

dan konsisten mengikuti protokol kesehatan standar Covid-19.

Kemudian pada saat proses penyembelihan, pengurus takmir masjid menunjuk tim khusus yang bertugas menyiapkan, mengawasi dan memastikan seluruh panitia kurban dalam keadaan sehat.

Warga Sakit Tak Boleh Hadir

Panitia dan warga yang sedang sakit tidak diperkenankan hadir di lokasi penyembelihan. ”Pengurus takmir membatasi jumlah panitia kurban dan mendisinfeksi lokasi dan peralatan yang digunakan,” tuturnya.

Di lokasi penyembelihan, sebaiknya sudah disediakan hand sanitizer, air, sabun, masker dan penggunaan face shield lebih disarankan. Seluruh panitia dan warga masyarakat yang terlibat diwajibkan mengikuti protokol kesehatan umum Covid-19 secara konsisten dan penuh

kesadaran.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA IPU ASEAN Eng berharap, rekomendasi dari Fakultas Peternakan UGM ini membantu memperjelas tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah kurban secara tenang, tertib dan nyaman. ”Harus tetap memperhatikan secara seksama dan disiplin protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah,” kata Prof Ali Agus. (Dev)

Kredit

Bagikan