Tak Ikut Aksi Jalanan, Pemuda Pancasila DIY Minta Jangan Terkecoh RUU HIP

user
tomi 22 Juni 2020, 13:09 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pemda Pancasila DIY menyatakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diusulkan DPR RI. Namun, organisasi masyarakat (ormas) tersebut memiliki cara tersendiri untuk menyatakan penolakan pada RUU yang dinilai kental akan muatan kepentingan tersebut.

Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan mengatakan pihaknya menyesalkan keikutsertaan salah satu cabang Pemuda Pancasila dalam aksi turun ke jalan di titik 0 kilometer akhir pekan lalu. Pemuda Pancasila mengambil langkah tegas, lantaran anggotanya tidak menjalankan ketentuan organisasi dan menaati etika yang dijunjung.

“Bukan kami menolak panggung kemarin (aksi unjukrasa) tapi ada cara bergerak lain yang lebih baik. Kita teriak di jalanan, RUU HIP akan tetap jalan terus, tapi kita justru punya peran ujung tombak untuk menolak itu, apalagi dengan kondisi di tengah pandemi Covid ini. Kita bergerak dengan lebih terarah, dialog dan masukan ke dewan untuk disampaikan ke pusat. Kita menolak, tapi dengan cara yang lebih terarah,” ungkap Faried Jayen ketika dikonfirmasi media, Senin (22/6/2020).

Pemuda Pancasila DIY menurut Faried Jayen tegas menolak RUU HIP dengan alasan Pancasila sudah final sebagai dasar begara Indonesia. Pemuda Pancasila khawatir RUU yang diinisiasi DPR ini hanya menjadi ‘jebakan betmen’ untuk negara dengan isu-isu kembalinya komunis, perubahan sebutan eka dan trisila yang ada di dalam pasal-pasalnya.

“Kami tidak ingin terjebak jadi bagian konflik atau isu-isu seperti itu. Tapi jelas kami menolak, Pancasila sudah final, mengapa harus diungkit lagi. Apapun tujuan HIP baik atau tidak, malah berpotensi memecahbelah bangsa. Kalau itu usulan DPR, mengapa justru membahas itu. Masih banyak yang bisa dilakukan dan dibahas, mengapa mengangkat dasar negara kita, memunculkan itu. Senator kita di DPD sudah menolak, artinya harus dipikir ulang RUU itu. Ini menurut kami memicu perpecahan, mengutak-atik dasar negara,” sambung Faried Jayen.

Saat ini Pemuda Pancasila menurut Faried Jayen terus bergerak menolak RUU HIP melalui jalur diplomasi ke legislatif baik daerah maupun pusat. Namun, di masa pandemi ini Pemuda Pancasila khususnya di DIY tetap berfokus membantu masyarakat terdampak untuk bisa berjuang bangkit dari sisi ekonomi. (Fxh)

Kredit

Bagikan