Maraknya Gowes, Momentum Bangkitnya Kota Sepeda

user
ivan 19 Juni 2020, 22:02 WIB

YOGYA, KRJOGJA.com - Kembali maraknya olahraga bersepeda atau gowes di berbagai kalangan masyarakat DIY diharapkan bisa menjadi potensi dalam pengembangan potensi pariwisata seusai pandemi Covid-19 teratasi. Fenomena gowes di masyarakat guna meningkatkan imunitas tubuh dari penyakit ke depan diharapkan bisa berubah menjadi kebiasaan yang bisa mendukung dunia wisata, bahkan bisa menjadi momentum bangkitnya Yogya sebagai kota sepeda.

Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA dalam web seminar (webinar) yang digelar Kedaulatan Rakyat dan KRJOGJA.com bertajuk Gowes Sehat dan Aman Saat Pandemi, Jumat (19/6) mengatakan, maraknya pesepeda yang berolahraga bersama beberapa waktu lalu sebenarnya sebuah potensi bagi dunia pariwisata DIY. Hanya saja, potensi tersebut baru bisa dimaksimalkan saat pandemi Covid-19 ini telah usai.

Pasalnya, meski saat ini pemerintah tengah mempersiapkan tatanan menuju kehidupan normal baru, namun ancaman dari Covid-19 ini masih ada dan belum usai. "Kejadian (pesepeda tumpah ruah di kawasan Malioboro, 7 Juni) kemarin mungkin memang puncak kejenuhan masyarakat setelah 3 bulan berdiam di rumah. Tapi, saat ini kami ingatkan kembali bahwa persoalannya (Covid-19) belum selesai dan ancamannya masih ada," ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat yang ingin melakukan olahraga bersepeda agar bisa tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Kalau dulu, kami anjurkan untuk stay at home. Tapi kalau sekarang, kami tekankan protokol kesehatan saat beraktivitas, yakni dengan tiga hal, jaga jarak, pakai masker dan budaya cuci tangan. Termasuk saat gowes," tegasnya.

Melihat maraknya masyarakat yang melakukan gowes di DIY beberapa waktu lalu, Heroe Poerwadi berharap setelah pandemi nanti, hal tersebut bisa terus dibiasakan, dinikmati, dipelihara agar dapat berubah menjadi sebuah kebiasaan atau budaya baru di masyarakat. "Kami sebenarnya sebelum Covid-19 ini, sudah merancang jalur-jalur sepeda, ruang tunggu sepeda, dan bahkan mewacanakan waktu-waktu khusus untuk bersepeda. Mungkin Sabtu dan Minggu jadi hari bersepeda ke depannya," jelasnya.

Dengan telah menjadi budaya dan kebiasaan baru, maka bersepeda atau gowes juga nantinya bisa dijadikan sebuah potensi pariwisata di Yogya. Upaya merealisasikan rencana ini dilakukan dengan menggelar berdiskusi bersama GM hotel, komunitas sepeda, Dinas Pariwisata, untuk membuat paket wisata bersepeda di Kota Yogya.

Nanti tamu-tamu hotel disiapkan paket wisata bersepeda mengunjungi destinasi wisata di Yogya, seperti Kota Gede, dengan menyusur jalan-jalan di perkampungan. "Saya pernah mencobanya, bersepeda melewati Kota Gede, Tegalrejo melewati obyek-obyek wisata. Hanya saja, yang belum ada saat itu penjual paketnya, ini yang akan kami kembangkan kedepannya," imbuhnya.

Panelis lain yang tampil, Muntowil yang merupakan Ketua Paguyuban Sepeda Onthel Jogja (Podjok) dan dr Okto Heru Santosa dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Sedangkan host, Redaktur Pelaksana Kedaulatan Rakyat dan KRJOGJA.com, Primaswolo Sudjono. Terjadi diskusi menarik yang disampaikan para penanya, salah satunya dari Mantan Ketua Kadin DIY yang kini sering gowes, Drs Nur Achmad Affandi MBA.

Menurut Muntowil, maraknya pesepeda di masa pandemi Covid-19 saat ini sebetulnya positif. Euforia bersepeda dari masyarakat yang luar biasa ini lahir dari hati karena sudah merasa bosan di rumah selama masa pandemi Covid-19. Pilihan berolahraga sepeda yang dinilai paling fleksibel dibandingkan olahraga lainnya ini menunjukkan bahwa masyarakat di masa pandemi ini semakin lebih sadar akan pola hidup sehat. "Kebutuhan masyarakat akan kesehatan dengan berolahraga sepeda ini perlu diwadahi, agar bisa saling menjaga satu dengan lainnya. Salah satunya dengan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan saat bersepeda, jangan bergerombol, cuci tangan, bermasker, jaga jarak," tandasnya.

Sementara itu dr Okto Heru Santosa untuk menambah imunitas tubuh selama pandemi Covid-19, masyarakat dapat menjalankan aktivitas olahraga namun di level sedang saja. Mengingat, jika olahraga di level rendah, manfaatnya belum optimal, sedangkan jika di level tinggi justru kurang baik untuk imun tubuh.

Merujuk pada rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), Okto tetap menyarankan agar masyarakat bisa berolahraga di rumah atau lingkungan pribadi terlebih dahulu karena kondisi masih masa pandemi. Kalaupun harus beraktivitas atau berolahraga di luar rumah, protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin.

"Himbauan PDSKO memang untuk berolahraga tetap dirumah, kalau di luar rumah harus ada rekomendasi lokasinya masuk zona hijau. Olahraga dirumah bisa latihan aerobik, naik turun tangga, senam aerobik, melatih kekuatan otot. Yang penting, jangan overtraining, karena yang level sedang itu justru yang meningkatkan imunitas tubuh," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut dr Okto juga berpesan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat gowes atau berolahraga di luar rumah. "Masker tidak adanya dampak negatif baik dalam proses peredaran oksigen di darah ataupun VO2 Max. Bahkan terkait isu CO2 yang terhirup lagi, secara ilmiahnya, molekul CO2 itu lebih kecil dari pori pori masker, mungkin itu masalah adaptasi penggunanya saja. Untuk jenis masker, yang baik untuk olahraga bisa masker medis atau kain, tapi jangan masker N95," tandasnya.

Nur Achmad Affani dalam kesempatan itu mengusulkan kepada Pemkot agar mensosialisasikan protokol kesehatan untuk para pesepeda. Sehingga masyarakat akan lebih mengetahui ketentuan tersebut, demi pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Pemkot diharapkan membuat jalur-jalur sepeda yang aman, khususnya selama pandemi Covid-19. "Jalur-jalur tersebut juga disosialisasikan," ujar Nur Achmad yang kini menjadi Dirut PT Tarumartani.

Ia juga mengharapkan Pemkot nantinya dapat menangkap peluang pariwisata di balik bangkitnya masyarakat untuk bersepeda. Karena itu, tatanan baru dalam bersepeda perlu disampaikan ke masyarakat. Disamping juga mempromosikan destinasi wisata yang dapat dikunjungi para pesepeda. (Hit)

Credits

Bagikan