Alun-Alun Utara Bakal Dipagari, Ternyata Ini Alasannya

user
danar 08 Juni 2020, 15:40 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Minggu (7/6/2020) beredar surat dari Kraton Ngayogyakarta bertandatangan Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono. Surat tersebut berisi undangan sosialisasi pembangunan pagar di Alun-Alun Utara yang diadakan di aula kantor kecamatan Kraton Senin (8/6/2020) hari ini.

Berbagai pandangan pun muncul akibat beredarnya surat tersebut salah satunya masyarakat yang khawatir tak bisa beraktivitas lagi di alun-alun. Menanggapi hal tersebut, Raja Kraton Yogyakarta yang juga Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan tujuan pemagaran yakni sebagai upaya mengembalikan wajah alun-alun seperti masa lalu meski tak sama persis.

“Tujuannya kembali ke yang dulu. Saat awal (Kraton) alun-alun dipageri, tidak hanya alun-alun tembok masuk Rotowijayan, ke utara ke kantor pos itu dulu ada pintu gerbang semua,” ungkap Sultan pada wartawan Senin (8/6/2020).

Perubahan wajah alun-alun menurut Sultan terjadi karena perkembangan jaman dan bergantinya raja yang berkuasa. Pemagaran nantinya akan dilakukan menggunakan besi, berbeda dari masa dahulu. “Hanya karena berganti yang jumeneng dan jalan yang seperti sekarang. Ndak perlu asli lah, pakai besi,” sambung Sultan.

Terkait kekhawatiran masyarakat yang akan kehilangan ruang publik, Sultan menyampaikan nantinya tetap akan ada pintu pagar yang memungkinkan akses. “Tetap ada pintu karena untuk upacara seperti grebeg dan sebagainya juga kan tetap bisa,” pungkas Sultan. (Fxh)

Credits

Bagikan