Sampai H+6 Masa Larangan Mudik Lebaran, Angkasa Pura I Layani 7.931 Penerbangan

user
tomi 04 Juni 2020, 07:47 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - PT Angkasa Pura (AP) I melayani hingga 7.931 pergerakan pesawat dan 34,7 juta kilogram (kg) angkutan kargo pada periode masa larangan mudik Lebaran 25-31 Mei 2020 di 15 bandara.

"Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tercatat menjadi yang tertinggi melayani penerbangan pesawat dengan 1.266 pergerakan pesawat dan melayani 3,95 juta kg angkutan kargo. Sementara Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, bandara tersibuk kedua di periode 25-31 Mei 2020 dengan melayani total 857 pergerakan pesawat dan melayani hingga 3,59 juta kg angkutan kargo," kata Vice President Corporate Secretary AP I, Handy Heryudhitiawan dalam pres reales, Rabu (3/6).

Diungkapkan, berdasarkan data rencana operasional penerbangan pada 1 Juni 2020 terdapat 361 jadwal penerbangan, sebanyak 234 jadwal merupakan penerbangan reguler, 89 penerbangan angkutan kargo dan 39 penerbangan pengecualian/ khusus.

Adapun tujuan rencana penerbangan terbanyak yaitu sebanyak 60 rencana penerbangan dari dan menuju Bandara Juanda Surabaya, 39 rencana penerbangan dari dan menuju Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, 35 rencana penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta, 31 rencana penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan 18 rencana penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Terjadi peningkatan cukup tinggi untuk penerbangan reguler di beberapa bandara yang kami kelola. Adapun penerbangan pada H+1 hingga H+6 masa larangan mudik didominasi oleh penerbangan kargo yaitu sebanyak 4.883 penerbangan, diikuti oleh penerbangan khusus seperti penerbangan repatriasi dan penerbangan darurat lainnya sebanyak 1.929 penerbangan, dan penerbangan reguler sebanyak 1.119 penerbangan," jelasnya.

Dalam upaya pencegahan dan penularan Covid-19 serta tetap memperhatikan pelayanan prima kepada para penumpang yang bepergian di tengah pandemi, AP I senantiasa mengimplementasikan penerapan konsep physical distancing dengan monitoring dilakukan secara berkala. Dimulai dari area parkir, drop zone kedatangan penumpang, area pemeriksaan dokumen hingga area pick up zone penumpang.

"Secara khusus pelayanan kebandarudaraan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Upaya ini penting terus kami lakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan calon penumpang yang melewati 15 bandara yang kami kelola," pungkas Handy Heryudhitiawan. (Rul)

Kredit

Bagikan