Masalah Sepele Empat Remaja Bantai Penarik Becak, Uang Rp7.500 Disikat dan Dibeli Pil Koplo

user
tomi 26 Mei 2020, 12:43 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com -Empat orang remaja lelaki,dua diantaranya kakak beradik nekad membunuh tukang becak di jalan Imam Bonjol, Semarang. Mereka Yobel  (19), Nicko(19), AC(17) dan DL (17) ditangkap selang 6 bulan sejak peristiwa berdarah awal  November 2019.

Resmob Sat Reakrim Polrestabes Semarang, Selasa(26/5) selain meringkus ke 4 tersangka pembunuh tukang becak Mitudin(40), juga menyita barang bukti diantaranya 2 motor,becak dan  cor potongan besi tiang bendera.

"Benda cukup berat cor potongan besi dipakai pelaku untuk memukul bagian kepala korban yang tidak berdaya hingga tewas",ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada wartawan. Para pelaku saat bertindak  brutal dan sadis dimungkinkan karena pengaruh miras atau obat keras daftar G yang lebih beken disebut pil 'koplo'. Korban Mitudin yang merantau dari Tegal menjadi tukang becak  tergolek tidak bernyawa, lalu keemat pelaku pergi berboncengan dua motor.

Mereka tancap gas  setelah menguras uang yang dikumpulkann  selama korban mengayuh becak tidur di tempat mangkal,semua tidak kurang Rp 7.500'-

"Uang korban semua habis dikuras .dibawa kabur para pelaku", jelas Lubis tidak habis pikir. Apalagi,dari hasil pemeriksaan uang hasil rampokan yang tidak seberapa di belikan pil koplo.. Yang membuat lebih prihatian dian mereka status pelajar tergolong anak orang mampu tapi salah jalan.

Aksi pembunuhan disertai perampokan diawali soal sepele. Diantara pelaku yang keluyuran berboncengan motor pada dinihari sekitar pukul 02.00 berhenti di dekat becak korban, lalu kencing. Sang tukang becak malang mengingatkan agar jangan kencing disembarang tempat,tapi mereka malah murka mengeroyok korban.

Para pelaku terus pergi,tapi tidak beberapa lama kemudian kembali. Pengeroyokan kembali terulang.Bahkan,lebih hebat. Diantara mereka menyambar cor potongan besi tiang bendera yang cukup berat dihantam bagian kepala hingga korban tidak bernafas. "Saya dendam sedang kencing dimarah marahi",aku tersangka AC.

Mayat korban yang tergetak bersimbah darah baru ditemukan warga pukul 06,00,selang sekitar empat jam dari kejadian.

Polisi sebelum berhasil meringkus para pelaku menemui kendala karena kesulitan mendapatkan saksi.Diantara pelaku yang.mendengar korban tewas ketakutakutan lari ke rumah keluarga di Pekan Baru. Namun,usaha menghilangkan jejak terendus polisi hingga ia tertangkap selang 6 bulan menyusul tiga rekannya yang diringkus tersebar  di rumah masing masing di Semarang.(Cry)

Kredit

Bagikan