Masuk Yogya Tetap Disaring, Pelonggaran Transportasi Umum Tak Berpengaruh

user
danar 09 Mei 2020, 08:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kebijakan Kementerian Perhubungan RI yang melonggarkan transportasi umum ternyata tidak berpengaruh pada aktivitas larangan mudik. Meski demikian, upaya penyaringan kendaraan yang masuk ke wilayah Yogyakarta atau DIY juga tetap dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya Agus Arif Nugroho, mengaku tidak ada yang berubah dari kondisi sebelum ada pelonggaran transportasi publik. "Bisa kita lihat pergerakan di stasiun maupun terminal, masih sama seperti kemarin-kemarin. Armada yang masuk ke terminal juga sangat sepi," urainya, Jumat (8/5/2020) malam.

Pelonggaran transportasi publik baik sarana angkutan laut, udara dan darat mulai diberlakukan sejak 7 Mei 2020 lalu. Hal itu pun hanya bagi kepentingan mendesak seperti tim petugas medis, pekerja migran indonesia atau mahasiswa yang menjalai repatriasi dan lainnya.  Penggunaan transportasi umum untuk mudik tetap dilarang.

Selain itu, Agus Arif mengaku kecil kemungkinan kebijakan relaksasi transportasi umum itu bakal disusupi oleh pemudik. Pasalnya ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum memanfaatkan angkutan umun. Antara lain surat tugas, identitas, surat pernyataan bermaterai hingga surat kesehatan negatif Covid-19.

"Diberi kelonggaran toh juga sama saja karena protokolnya juga susah. Makanya kalau disalahgunakan masyarakat untuk mudik sangat sulit. Justru saat ini DIY tengah memperketat penyaringan kendaraan dari luar daerah," urainya.

Staff Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Aji Fajar, juga mengakui kondisi di terminal masih cukup sepi. Armada atau bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi juga sangat sedikit, dan hanya terbatas untuk rute Cilacap, Purwokerto, Magelang serta Solo. Setiap penumpang yang baru saja turun dari empat wilayah itu pun mendapat pemeriksaan yang cukup ketat.

Begitu juga Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogya Eko Budiyanto. Pihaknya saat ini belum membuka maupun menerima perjalanan kereta jarak jauh. Rangkaian kereta yang beroperasi pun hanya berupa kereta barang dan KA Prameks. Justru, PT KAI Daop 6 Yogya sekarang juga fokus melayani pembatalan tiket yang diprediksi bisa lebih dari 14.000 pembatalan.(Dhi)

Kredit

Bagikan