Pesan Istimewa Pelajar DIY Saat Pandemi Covid-19

user
ivan 02 Mei 2020, 12:37 WIB

YOGYA, KRJOGJA.com - Pelajar dari Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan tangguh dalam menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19). Tidak hanya tangguh secara fisik, juga tangguh dalam menjaga disiplin belajar, serta tangguh dalam menjaga kejujuran dalam menjalankan ujian. Serta menggelorakan ‘Satu Jiwa, Satu Raga, Istimewa’.

Harapan tersebut disampaikan oleh para pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) DIY. Mereka menyampaikan pesan melalui unggahan video secara bergantian selama 3 menit 29 detik di Instagram @fkpo_diy, Kamis (30/05/2020) atau dua hari sebelum Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (02/05/2020). Pesan tersebut kemudian tersebar secara berantai melalui media sosial, baik grup WhatsApp hingga Facebook.

Pesan tersebut selain sebagai wujud empati sesama pelajar yang terkena dampak dari penyebaran virus Korona, juga sekaligus bersama-sama memotivasi diri untuk dapat bertahan, keluar dari berbagai persoalan selama belajar daring.

Menurut Ketua FKPO DIY, Muhammad Hanif Wicaksono, video tersebut merupakan karya tim media FKPO DIY yang didukung seluruh anggota pengurus. Pesan disampaikan secara bergantian oleh anggota yang berasal dari sejumlah SMA di DIY. “Karya teman-teman didedikasikan bagi upaya menjaga semangat pelajar untuk tetap optimis, meski dilanda pandemi Covid-19,” ujar Hanif yang berasal dari SMAN 1 Teladan Yogyakarta.

Karena menjalankan protokol ‘Di Rumah Aja’, maka pengambilan video dilakukan di rumah masing-masing. Selain Hanif, pesan tersebut disampaikan oleh Azmi (SMAN 5 Yogya), Asti (SMAN 1 Sewon Bantul), Krisna (SMK Penerbangan, Sleman), Yusuf (SMAN 4 Yogya), Davin ( SMAN 1 Teladan Yogya ), Naya (SMAN 2 Banguntapan), Eva (SMAN 1 Teladan Yogya ), Erwin (SMAN 8 Yogya), Galuh (SMAN 8 Yogyakarta ), Dinda (SMAN 7 Yogya), Fajar H (SMKN 2 Jetis Yogya), Evan (SMAN 3 Padmanaba Yogya), Firdam (SMAN 1 Sewon), Keysar (SMAN 1 Bantul), Diva (SMAN 1 Pundong Gunungkdul), Fajar W (SMAN 8 Yogya), Awan (SMKN 1 Bantul), Faiz (MAN 1 Kulonprogo), Herland (SMAN 1 Girimulyo Kulonprogo ), Aby (MAN 1 Yogya), Fahmi (SMAN Yogya).

Dalam pesan tersebut, diawali dari menanyakan kabar para pelajar setelah sebulan mengisolasi diri. Apakah dilanda kebosanan atau kangen sama teman-teman di sekolah. Namun diakui bahwa saat ini para pelajar sedang melalui masa sulit.

Meski demikian disaat sulit ini pasti ada banyak tantangan dan jangan menyerah karena badai Covid-19 pasti akan berlalu, yang diperlukan saat ini adalah bertahan. Meskipun terdapat banyak tantangan dalam KBM online yang diterapkan di Indonesia, namun hendaknya tidak menyerah dan semangat belajar tetap membara.

Dalam menghadapi ujian online, tugas-tugas online dan penjelasan guru terhadap materi yang sulit dipahami merupakan ujian para pelajar. Yang paling penting adalah bagaimana merespons situasi ini.

Apakah akan menjadikan ujian online sebagai kesempatan untuk mendapat nilai bagus dengan cara menyontek? Atau menjadi malas belajar karena tidak ada bapak ibu guru yang mendisiplinkan kita? Atau apakah kita akan memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan potensi ?

Selanjutnya bagaimana respons terhadap berbagai tantangan yang ada karena pandemi Corona ini, keputusan yang ada di tangan para pelajar. Namun diingatkan bahwa dulu pernah berjanji bahwa untuk membuat orang tua bangga.

Berjanji akan menjadi anak yang berbakti dan apakah sungguh-sungguh untuk mewujudkan janji itu. Karena itu, saatnya membuktikan janji sebagai generasi yang pantang menyerah, jujur, tangguh dan berbakti.

(*)

Credits

Bagikan