Empat Fakta Dibalik Penutupan Sementara BIY dan Adisucipto Akibat Pandemi Covid-19

user
tomi 25 April 2020, 07:37 WIB
untitled

BADAN otoritas Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto (JOG), PT Angkasa Pura (AP) I menghentikan sementara layanan penerbangan penumpang mulai Jumat (24/4 pukul 20.00 WIB sampai 1 Juni 2020 mendatang. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap aturan Pemerintah Republik Indonesia mengenai larangan mudik dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Dibalik keputusan yang mengacu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor 25/ 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H ada empat fakta menarik lainnya yaitu :

Hanya Melayani Kargo dan Penerbangan Khusus

"Kami sampaikan, mulai Jumat (24/4), YIA dan Bandara Adisutjipto (JOG) hanya melayani angkutan kargo dan penerbangan khusus sesuai Permenhub RI Nomor 25/2020,” kata General Manager Bandara Adisutjipto dan PTS General Manager YIA Agus Pandu Purnama, Jumat (24/4).

Penerbangan khusus dimaksud, kata Agus Pandu adalah penerbangan berpenumpang yang dikecualikan, yaitu penerbangan yang membawa atau terkait pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu/ wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) pemulangan WNI maupun WNA.

Selanjutnya operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, Operasional angkutan Kargo (kargo penting dan esensial) dan pesawat konfigurasi. Lalu penumpang dapat digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang (passenger/cabin compartment) khusus untuk pengangkutan kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi serta pangan. Termasuk operasional lainnya dengan seizin Menteri Perhubungan dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Siapkan Customer Service di Area Check in

Saat ini, YIA dan Adisutjipto telah mempersiapkan customer service maskapai di area check in keberangkatan bagi masyarakat yang ingin melakukan proses refund, reroute, atau reschedule di bandara.

"Kami mengimbau masyarakat supaya menghubungi pihak maskapai terlebih dahulu untuk mengatur waktu kedatangan ke bandara agar tidak terjadi penumpukan di bandara. Selain itu, masyarakat juga kami minta tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker serta meminimalisir kontak fisik langsung dengan benda-benda yang merupakan fasilitas umum," ujarnya.

Diungkapkan AP I juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dan telah memasang queue line supaya jarak fisik antarpenumpang dapat diterapkan dan proses refund dapat berlangsung tertib dan aman.

Empat Fakta Dibalik Penutupan Sementara BIY dan Adisucipto Akibat Pandemi Covid-19

Siapkan Parking Stand

Tak hanya itu, AP I juga telah menyiapkan pengaturan parking stand pesawat bagi pesawat yang akan parkir long stay pada periode ini sehingga tidak mengganggu operasional pesawat kargo atau pesawat yang membawa logistik yang masih beroperasi.

"Sejak Kamis (23/4) malam, di YIA sudah ada enam pesawat yang RON (remain overnight/ menginap di bandara). Selain itu, masih ada empat parking stand narrow body untuk penerbangan kargo dan 12 parking stand narrow body untuk stand by apabila akan ada pesawat lain yang RON long stay," tutur Agus Pandu Purnama.

Bandara Adisutjipto ungkap Agus Pandu juga menyiapkan tujuh parking stand untuk stand by pesawat sejenis ATR yang RON dalam waktu lama.

 YIA Disiapkan untuk Emergency

Khusus untuk YIA, kata Agus Pandu juga mempersiapkan bandara untuk kebutuhan in-flight emergency, technical stop, humanitarian, medical evacuation, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan keberlangsungan rantai pasok global sesuai tindak lanjut dari Surat Secretary General of ICAO Headquarter dan Surat Regional Director of ICAO Asia Pacific Office.

“Kami harap, masyarakat bisa memaklumi kebijakan yang kami demi memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga operasional penerbangan dapat segera kembali seperti semula,” harap Agus Pandu. (Rul)

Kredit

Bagikan