Kecamatan Kasihan Terbanyak Positif Corona di Bantul

user
ivan 21 April 2020, 11:41 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Angka positif Covid-19 di Bantul hingga Senin (20/04/2020) tercatat ada 7 orang. Dari jumlah tersebut 6 orang diantaranya dari Kasihan dan 1 dari Piyungan yang kesemua masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan DIY.

"Jadi jumlah positif Covid-19 di Bantul ada 7 orang, di Kasihan sendiri ada 6 orang," ungkap Camat Kasihan, Slamet Santosa.

Menurut Camat Kasihan sejak mewabah Covid-19 merebak, di Kasihan ada 8 orang positif terinfeksi. Ada 1 orang yang ber-KTP di Kasihan tapi ternyata kehidupannya sehari-hari ada di Sleman, maka status keberadaan sakit ada di Sleman.

Sehingga yang tercatat di Kasihan ada 7 orang, itupun ada 1 orang hanya menumpang di rumah anaknya dan ber-KTPdi Kota Yogya. Dari semua orang yang positif Covid19 di Kasihan tersebut, semua riwayat penularannya berasal dari luar Bantul, pada umumnya dari Jakarta atau Jawa Barat.

"Mereka ada yang karena tugas kerjanya harus ke luar daerah, tapi ada yang memang nekat bepergian ke daerah pandemi Covid-19, kemudian pulangnya membawa virus," jelas Slamet.

Diungkapkan, wilayah Kecamatan Kasihan banyak perumahan yang warganya sulit dimonitor, karena mereka tinggal di Kasihan sedangkan KTP-nya di luar Kasihan. Warga yang mempunyai KTP Kasihan saat ini tercatat 123.000 orang.

"Tapi ada yang selama ini tinggalnya di Kasihan, tapi KTP-nya masih di luar Kasihan dan jumlahnya sekitar 30 persen," ujarya.

Dengan kondisi itu, petugas dari Forkompimcam Kasihan maupun kalurahan sering mengalami kesulitan dalam melakukan sosialisasi termasuk upaya pencegahan penularan maupun penaggulangan Covid-19.

Bahkan dari warga yang positif Covid-19 ketika mau bepergiaan ke daerah pandemi Covid-19 sudah diingatkan agar tidak ke luar daerah oleh warga lainnya, tapi tidak digubris. Akhirnya, 3 orang benar-benar tertular Covid-19, yakni ayah, ibu dan anak.

Guna mencegah penularan Covid-19 di Kasihan, warga diharapkan menyadari dan mentaati anjuran yang sudah disampaikan pemerintah."Utamanya agar menunda bepergian ke luar daerah dan sebaliknya menunda kepulangan dari dari luar daerah, terutama dari daerah pandemi Covid-19," pungkas Slamet. (Jdm)

Kredit

Bagikan