Banyak Orang Nongkrong, Warga Selopamioro Tutup Akses Jembatan Gantung

user
danar 19 April 2020, 19:30 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Untuk meminimalisir dampak penyebaran Covid-19 di kawasan Selopamioro Imogiri, warga sepakat menutup akses jembatan gantung yang menghubungkan Lanteng Selopamioro dan Pengkol Sriharjo. Penutupan jembatan gantung ini terpaksa dilakukan lantaran keresahan warga pada setiap akhir pekan dan sore hari ratusan wisatawan dan pesepeda yang kebanyakan dari luar daerah nongkrong dan duduk-duduk di kawasan sekitar.

Salah satu warga Selopamioro, Anang Zainuddin, Minggu (19/4/2020) menuturkan selama ini di kawasan tersebut sudah dipasang peringatan.

"Namun nampaknya masih ngeyel. Tiap sore Senin-Jumat biasanya sekitar 70 pesepeda yang lewat dan nongkrong kalau akhir pekan bisa ratusan pesepeda pagi dan sore hari nongkrong di jembatan. Kondisi ini meresahkan warga mengingat saat ini dalam masa pandemi Covid-19 dan imbauan untuk berdiam diri dirumah dan menghindari bepergian demi mencegah penyebaran. Kalau tiap hari banyak wisatawan dari luar daerah yang berkunjung kesini kami sangat khawatir," urainya.

Ditambahkannya, berdasarkan kesepakatan pemerintah Desa Selopamioro dan Desa Sriharjo kaitan mereduksi potensi persebaran corona virus mulai Minggu (19/4/2020) pukul 10.30 WIB akses jembatan gantung Lanteng - Pengkol ditutup permanen sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Saat dikonfirmasi, Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah menambahkan banyaknya pengunjung wisata dan pesepeda membuat warga resah. Himbauan demi himbauan sudah disampaikan agar tidak berhenti di tengah jembatan, memegang benda-benda di sekitar namun masih saja tidak diindahkan.

"Kalau masa sudah aman, tidak ada ancaman Covid-19, kami persilakan kembali untuk datang. Malah kami ajak untuk berkunjung. Tapi sekarang, demi keamanan dan kenyamanan bersama kami berharap semua bisa memahami. Bisa dibayangkan, di tengah situasi seperti ini, ribuan pesepeda datang berbondong-bondong menyebabkan warga menjadi resah," urainya.

Pada awalnya, imbuh Titik, pihakny masih mentolerir, jika hanya sekadar melintas tanpa berhenti dan memegang benda-benda di sekitar tak jadi soal. Tetapi himbauan tidak diindahkan.

Ditambahkannya, Jembatan Sungapan juga dilakukan penjagaan untuk memastikan pesepeda hanya melintas tanpa berhenti. Harapannya setelah jembatan Pengkol ditutup, pesepeda tidak kemudian beralih ke Jembatan Sungapan.

"Jembatan gantung itu sempit, ketika ada banyak pengunjung, jelas akan terjadi tidak hanya kerumunan tapi penumpukan, karena harus antre. Dan sangat beresiko bagi penyebaran Covid-19," tutupnya. (Aje)

Kredit

Bagikan