Pengusaha Solo ini Bakal Memberi Masukan kepada Presiden Jokowi Cara Efektif Memutus Rantai Covid-19

user
tomi 18 April 2020, 10:57 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Pengusaha asal Solo Puspo Wardoyo yang belakangan banyak membantu penanganan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia bakal menemui Presiden Jokowi untuk memberi masukan cara yang lebih efektif dan terukur untuk memutus penyebaran pandemi

Corona Virus Disease Covid-19.

"Ya kami mau memberi masukan bisa ketemu fisik atau minta waktu untuk dialog interaktif menggunakan fasilitas videotelefoni dengan Presiden Jokowi. Pemerintah diharap dapat merangkul pengusaha, ulama dan berbagai komponen masyarakat lainnya untuk gotong royong jika memang mendesak harus diberlakukan lockdown secara terukur untuk memberi kepastian waktu untuk memutus penyebaran virus corona," ujar Puspo Wardoyo di sela-sela melakukan Video Comference dengan berbagai kalangan di dalam dan luar negeri dari gerai ayam bakar Wong Solo di Jalan Achmad Yani No.224, Gumpang Lor, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu ( 18/4/2020).

Peserta videoconference diantaranya dari kalangan pengusaha , ulama dan wartawan dari Medan, Aceh , Solo , Jakarta serta Malaysia.

Salah seorang pengusaha dari Malaysia bernama Mohammad Bilal mengatakan hingga saat ini di Malaysia telah masuk minggu ke lima pasca diputuskan lockdown.

"Tujuan lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Stay at home. Tidak ketemu orang lain. Hasilnya kasus corona bisa diturunkan drastis. Pemerintah Malaysia mematuhi saran WHO (World Healty Organisation) untuk memutus rantai penyebaran virus corona paling efektif dilakukan lockdown." papar Mohammad Bilal.

Menurut Puspo Wardoyo kondisi di Indonesia harus disiapkan berbagai hal diantaranya distribusi sembilan bahan pokok (sembako) serta kesiapan pengusaha untuk aktif membantu pemerintah. Juga kalangan ulama di masjid yang berpengalaman membagikan daging hewan kurban ke kalangan masyarakat miskin juga perlu dilibatkan.

"Pemerintah tidak perlu sungkan untuk memaksa pengusaha yang mencari untung di Indonesia untuk berbagi rejeki di saat situasi darurat wabah corona yang dampak ekonominya lebih parah dibanding krisis ekonomi tahun 1998 juga saat terjadi pandemi virus flu burung juga penyakit infeksi virus pada saluran pernapasan yang bisa berakibat fatal seperti SARS (severe acute respiratory syndrome) dan MERS (Middle-East respiratory syndrome) beberapa waktu lalu, "paparnya seraya menambahkan dengan adanya opsi lockdown meski berat karena otomatis sama sekali tidak ada pemasukan selama masa lockdown namun itu dirasa lebih baik, ketimbang berada didalam ketidakpastian seperti saat ini.

Menurut Puspo pemerintah Indonesia bisa meniru pemerintah Tiongkok yang sukses menangani kasus Covid-19 di Wuhan dalam hitungan bulan, yg melakukan lock down namun terukur dgn mengerahkan semua komponen masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19. "Masyarakat diwajibkan stay at home bisa sebulan atau dua bulan. Semua bahan pangan disediakan oleh pemerintah dan pengusaha. Titik-titik toko sembako disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Pemerintah dan pengusaha menyiapkan dana bantuan untuk kalangan miskin"papar Puspo.

“Saat ini orang masih bebas lalu lalang, tapi kondisi bisnis lesu. Kondisi saat ini dapat dibilang ramai dalam kesepian, hal ini tentu lebih merugikan pengusaha karena tidak ada ketidakpastian dan tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir,” ungkap Puspo.

Puspo Wardoyo juga optimis jika pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat dan ulama/tokoh agama bersatu padu, diharapkan Indonesia dapat lebih cepat mengatasi pandemi Covid – 19” pungkas Owner Wong Solo Grup dalam wawancara secara online itu. (Hwa)

Kredit

Bagikan