Pengangguran di Bantul Meningkat 11 Ribu

user
ivan 16 April 2020, 10:36 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Sejak terjadi wabah Covid-19, terdapat 274 karyawan dari 7 perusahaan yang diputus hubungan kerja (PHK). Sebanyak 10.176 karyawan dirumahkan dari 50 perusahaan dan 30 karyawan diputus kontraknya dari 7 perusahaan.

Perusahaan yang mengurangi tenaga kerja jumlah banyak dari sektor garmen, meubel dan sejenisnya. Sedangkan yang jumlahnya relatif sedikit seperti rumah makan, hotel dan sektor perdagangan.

”Dengan banyaknya pengurangan tenaga kerja atau PHK akhir-akhir ini, yang jumlahnya sekitar 11.000 orang, sehingga menjadikan angka pengangguran di Bantul lebih tinggi,” ungkap Kepala Disnakertrans Bantul, Drs Sulistyanta MPd.

Sementara jumlah penduduk di Bantul saat initercatat 920.000 orang, jumlah angkatan kerjanya 650.000 orang. Angka pengangguran 3,2 persen dari jumlah angkatan kerja. Sekarang ditambah penganggur baru dari karyawan yang di PHK

atau terdampak Covid-19.Belum termasuk angkatan kerja lulusan dari SMA/SMK 2020.

Dengan terjadinya pengurangan kerja di perusahaan, lewat PHK, pemutusan kontrak maupun status dirumahkan, Kepala Disnakertrans Bantul minta kepada semua perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerjanya hendaknya tetap memperhatikan hah-hak karyawan sesuai aturan yang ada. Walaupun pihak karyawan sudah menjalani pemutusan kerja, tapi hak-haknya seperti pesangon harus diberikan, dengan besaran sesuai dengan peraturan tenaga kerja. Kalau dalam perusahaan sudah mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (KBP) tinggal

melaksanakan sesuai KBP tersebut. (Jdm)

Kredit

Bagikan