Di Sukoharjo, Tambahan Kuota Gas 3 Kilogram Diajukan ke Pusat

user
danar 05 April 2020, 11:55 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mengajukan tambahan gas 3 kilogram pada pemerintah pusat sekitar 10 persen dari kuota yang diterima sekarang. Pengajuan dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan selama puasa Ramadan hingga Lebaran. Kebutuhan disaat itu diperkirakan mengalami peningkatan. Terlebih lagi sekarang sudah ada kenaikan konsumsi gas bersubsidi dari masyarakat setelah ada himbauan di rumah sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Minggu (5/4/2020) mengatakan, pengajuan tambahan pasokan gas 3 kilogram dilakukan sebagai persiapan menghadapi puasa Ramadan dan Lebaran mendatang. Sebab kebutuhan saat momen tersebut dipastikan mengalami peningkatan seperti tahun sebelumnya. Apabila tidak diantisipasi sejak sekarang maka dikhawatirkan terjadi masalah kelangkaan dan kenaikan harga tidak terkendali.

Pengajuan tambahan pasokan dilakukan sebesar 10 persen dari kuota yang diterima sekarang. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil menengah Sukoharjo masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat.

Kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan 643 tabung per hari terhitung 1 Januari 2020. Apabila sebelumnya pada tahun 2019 alokasi yang didapat hanya 28.978 tabung per hari maka sekarang tahun 2020 naik menjadi 29.621 tabung per hari.

"Tambahan pasokan gas 3 kilogram kami ajukan sebagai persiapan puasa Ramadan dan Lebaran. Sebab dipastikan konsumsi kebutuhan gas naik. Apalagi sekarang sejak ada penyebaran virus corona juga sudah ada kenaikan penggunaan elpiji dari masyarakat," ujarnya.

Kasus penyebaran virus corona dikatakan Sutarmo ikut berpengaruh pada konsumsi gas 3 kilogram. Sebab masyarakat sekarang dihimbau pemerintah tetap di rumah dan berpengaruh pada angka penggunaan elpiji bersubsidi.

"Masyarakat sekarang banyak beraktivitas di rumah dan berpengaruh pada peningkatan penggunaan gas 3 kilogram. Konsumsi paling tinggi dari rumah tangga. Sedangkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih stabil namun cenderung menurun karena ada beberapa pelaku UMKM membatasi jam kerja atau penurunan produksi," lanjutnya.

Kuota gas 3 kilogram yang diterima Kabupaten Sukoharjo masih memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian pengajuan tambahan kuota tetap diajukan ke pemerintah pusat.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo terkait distribusi elpiji bersubsidi tersebut akan memperketat pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran penggunaan. Sebab sesuai aturan hanya boleh digunakan masyarakat miskin.

"Pada tahun 2020 ini memang kuota yang diterima naik dibanding tahun 2019. Tapi tetap harus ada tambahan pasokan sebagai gas cadangan selama puasa Ramadan hingga Lebaran," lanjutnya.

Kuota gas 3 kilogram tersebut efektif berlaku di Kabupaten Sukoharjo terhitung 1 Januari 2020. Elpiji bersubsidi sudah diterima dan didistribusikan kesemua wilayah di 12 kecamatan.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo melihat kuota yang diberikan Pertamina untuk tahun 2020 sudah cukup besar. Hal itu terlihat dari adanya penambahan sebesar 643 tabung per hari. Angka tersebut masih dimungkinkan bertambah saat puasa Ramadan dan Lebaran serta Natal dan Tahun Baru. Disaat itu Pemkab Sukoharjo akan mengajukan permintaan tambahan fakultatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dengan angka itu kuota gas 3 kilogram yang diterima sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi pada momen tertentu kami akan mengajukan tambahan fakultatif ke Pertamina. Artinya tambahan diajukan sesuai kebutuhan agar tidak terjadi kelangkaan barang dan kenaikan harga diluar kendali," ujarnya.

Petugas akan memperkirakan pada hari normal biasa seperti sekarang gas 3 kilogram yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan. Sebab diperkirakan angka konsumsi masyarakat di Sukoharjo sudah sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah.

Kuota elpiji bersubsidi sebesar 29.621 tabung per hari dalam pendistribusiannya harus merata. Artinya tidak harus di tengah kota saja, melainkan juga hingga ke perbatasan atau wilayah pinggiran. Sebab masyarakat miskin disana memiliki hak sama.

Pedagang gas 3 kilogran asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Endang mengatakan, ada peningkatan pembelian gas 3 kilogram dari masyarakat. Hal itu terjadi karena adanya aktivitas masyarakat di rumah setiap hari dan mengurangi kegiatan diluar dampak dari peyebaran virus corona.

"Sekarang banyak masyarakat di rumah takut kemana-mana karena ada virus corona. Jadi berpengaruh pada peningkatan penggunaan gas 3 kilogram untuk memasak di rumah," ujarnya.

Endang mengatakan, peningkatan konsumsi gas 3 kilogram belum sampai menyebabkan kelangkaan barang dan kenaikan harga. Sebab pasokan elpiji bersubsidi dari agen dan pangkalan masih lancar.

"Mungkin nanti saat puasa Ramadan dan Lebaran baru muncul masalah kelangkaan barang dan kenaikan harga. Sebab peningkatan pembelian akan semakin meningkat," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan