Sultan Tegaskan Tak Akan Lakukan Lockdown

user
ivan 31 Maret 2020, 10:22 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X juga menyatakan tidak akan menerapkan karantina wilayah atau lockdown di DIY, namun lebih pada pembatasan sosial, yaitu membatasi akses keluar-masuk warga dari luar wilayah. Pemda DIY tidak.memilih melakukan lockdown total, karena jika hal itu dilakukan, dikhawatirkan membuat perekonomian semakin terpuruk.

“Kalau kebijakan lockdown dilakukan, maka harus ada jaminan stok pangan untuk semua warga. Karena warga tidak boleh keluar, konsekuensinya segala kebutuhannya termasuk.kebutuhan pokok dan lainnya harus difasilitasi. Jadi DIY memilih melakukan pembatasan sosial agar pendatang bisa dikontrol atau diskrining untuk mengetahui mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak,” kata Sultan.

Sultan menyatakan, meski pembatasan sosial dilakukan, aktivitas masyarakat harus tetap bisa dilakukan, jadi tidak terganggu. Terutama bagi anggota masyarakat yang harus tetap bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah atau membeli bahan pangan.

Sedangkan bagi warga yang bisa bekerja di rumah, mereka harus mengurangi aktivitas di luar rumah. Karenanya model pembatasan sosial diharapkan bisa efektif diterapkan di perkotaan, karena biasanya tidak banyak akses pintu masuk dan keluar.

Sedangkan untuk dusun atau kampung yang memiliki dua atau tiga pintu masuk, masyarakat bisa memberikan akses satu pintu lainnya untuk lalu lintas warga ataupun tamu. Menurutnya, pembatasan sosial mungkin agak sulit diterapkan di desa-desa, karena akses pintunya agak banyak.

Warga diharapkan dapat berperan memantau warga dan pendatang termasuk pemudik. Termasuk bila ada warga yang sakit untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya tetap diberikan akses jalan. Karenanya.yang dilakukan bukanlah penutupan akses namun pembatasan akses.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana menegaskan, di DIY tidak ada kebijakan lockdown, yang ada adalah pembatasan sosial. Jadi kalau di kampung-kampung atau dusun-dusun ada yang menutup jalan, harus tetap masih ada akses keluar-masuk, karena dalam rangka mengarahkan supaya orang masuk melalui satu pintu agar memudahkan pendataan. (Ria/Ira)

Kredit

Bagikan