'Boyongan' Lancar, BIY Semakin Sibuk

user
danar 30 Maret 2020, 10:30 WIB
untitled

KULONPROGO, KRKRJOGJA.com - Kendati terjadi penurunan jumlah penerbangan dan penumpang akibat adanya pandemi virus Korona, namun proses pemindahan atau 'boyongan' seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta ke Bandara Internasional Yogyakarta/Yogyakarta International Airport (BIY/YIA) di Kulonprogo pada hari pertama, Minggu (29/3/2020), berjalan normal dan lancar. Kesibukan sebagai bandara internasional pun semakin terlihat. Bahkan ada beberapa rute penerbangan jumlah penumpangnya meningkat bersamaan adanya warga yang mudik ke DIY dan Jawa Tengah, seperti Magelang.

Vice Presiden Airport Security PT Angkasa Pura (AP) I Doni Subardono mengakui terjadinya penurunan jumlah penerbangan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan internasional ke BIY. "Sejak pagi semua penerbangan berjalan lancar karena memang persiapan di BIY sudah lama. Semuanya sesuai rencana," katanya.

Turunnya jumlah penerbangan di BIY dibanding di Bandara Adisutjipto lantaran maskapai banyak yang mengurangi rute penerbangan karena sepinya penumpang akibat pandemi Corona. Meski demikian pihaknya bersyukur aktivitas di YIA yang kapasitas dan luasnya 10 kali lipat dibanding Adisutjipto sudah terlihat penuh. "Ini luar biasa, kita berharap nanti pada saat kondisi sudah normal, kita bisa melihat YIA sama seperti bandara-bandara internasional di luar negeri yang sudah beroperasi," ujarnya.

Diungkapkan, sementara ini jumlah penerbangan dari Adisutjipto ke BIY sebanyak 120 penerbangan. "Tapi sekarang ada yang 'cancel', mungkin karena biasanya lewat Adisutjipto dan sekarang harus lewat BIY, sehingga calon penumpang lebih memilih sementara dibatalkan. Penyebab lainnya karena pandemi Corona," tegasnya.

Jumlah penerbangan yang dibatalkan ada 10 lebih. "Angka tepatnya saya belum tahu persis, tapi 10 penerbangan lebih yang 'cancel'. Apalagi maskapai Air Asia sudah mengajukan akan berhenti dulu sementara. Saya juga belum tahu jumlah penumpang yang berangkat dan turun di BIY, karena laporan jumlah penumpang pesawat baru disampaikan Minggu malam," ujarnya seraya menambahkan, salah satu pesawat yang membatalkan penerbangan ke BIY, adalah Garuda (201).

Mengacu jadwal penerbangan di BIY, Minggu (29/3/2020), Pesawat Air Asia dari Cengkareng juga membatalkan penerbangannya. Doni memastikan semua penerbangan di Adisutjipto mulai Minggu kemarin sudah pindah ke BIY.

"Semua fasilitas dan penerbangan di Adisutjipto sudah 'full' dipindah ke BIY. Makanya saya dari pagi sampai siang melihat langsung kondisi di BIY, setelah itu saya akan melihat di Adisutjipto setelah ditinggalkan. Di Adisutjipto pun sudah kami siapkan untuk penerbangan Kategori Enam, yakni pesawat 'propeller' atau baling-baling. Alhamdulillah ada beberapa penambahan penerbangan pesawat 'propeller' di Adisutjipto," terangnya.

Sementara untuk mencegah penyebaran virus Corona, setiap penumpang yang datang dan berangkat melalui BIY diperiksa suhu badannya menggunakan 'body thermo scanner', membersihkan diri dengan 'hand sanitizer' dan disemprot disinfektan.

Anggota Komisi C DPRD DIY Lilik Syaiful Ahmad menyatakan, hasil monitoringnya, proses operasional penuh BIY semuanya terukur meski terjadi penurunan jumlah penerbangan. "Kesiapan AP I dalam memberikan pelayanan yang aman dan nyaman terpenuhi. Ada penerapan lokasi-lokasi yang mengatur jarak antarorang (social distancing) yang antri di BIY itu bagus. Walaupun sebagian masyarakat belum memahami hal tersebut. Tapi niatan AP I dalam proses pelayanannya sudah benar. Protap dan SOP-nya sudah benar, sehingga masyarakat dan calon penumpang hendaknya mematuhi aturan yang diterapkan demi kelancaran dan keselamatan bersama," imbau Lilik.(Rul)

Kredit

Bagikan