Warga Ditolak Masuk Kampung Tanpa Surat Sehat Dokter

user
danar 30 Maret 2020, 07:50 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Tak sedikit warga pendatang yang mulai mendapat penolakan dari masyarakat di kampung-kampung. Mereka dipaksa mencari 'surat sehat' dokter sebelum bisa pulang ke rumah atau tempat tinggal.

dr Tri Kusumo Bawono, seorang dokter yang berpraktek di klinik kawasan Pakualaman bahkan sudah membuat tiga surat sehat bagi warga yang dipaksa mencari oleh masyarakat tempatnya tinggal atau indekos. Menurut dia, hal tersebut tak seharusnya terjadi lantaran sudah ada langkah antisipasi yang seharusnya dilakukan sesuai surat edaran Gubernur DIY maupun bupati/walikota.

“Ini salah kaprah, saya sudah membuatkan tiga surat sehat untuk warga yang ditolak masuk ke kampung. Ada yang kost, ada juga tukang bakso yang baru kembali dari Wonosari juga tak boleh masuk ke kampung sebelum punya surat sehat dari dokter,” ungkapnya ketika dihubungi KRjogja.com, Minggu (29/3/2020) malam.

Di sisi lain, ketika masyarakat memaksakan surat sehat dan warga pendatang harus datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan justru akan membuat mereka lebih rentan. Ibaratnya, mengirimkan orang sehat ke zona merah yang lebih berbahaya.

“Sudah ada aturannya, kalau pendatang cukup melapor ke perangkat warga lalu melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Kalau ada gejala sakit, puskesmas yang akan mendatangi karena sudah ada hotline minimal 4 di tiap puskesmas, terutama Kota Yogyakarta,” ungkapnya lagi.

Surat sehat dokter pun menurut dr Tri Kusumo tak bisa memastikan seseorang bebas Covid-19. Pasalnya tes Covid-19 sendiri harus dilakukan dengan metode swab yang tak bisa didapatkan dengan cepat dan begitu saja saat ini. (Fxh)

Kredit

Bagikan