Lima Dusun Lakukan Lockdown, Begini Jawaban Camat Pakem

user
ivan 27 Maret 2020, 20:31 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kepala Kecamatan Pakem Suyanto menyampaikan fenomena lockdown mandiri di kawasan Kecamatan Pakem murni inisiatif warga yang menunjukkan sikap protektif mencegah penyebaran virus Corona. Namun begitu, kecamatan sudah bergerak turun ke bawah dan menyampaikan surat edaran Bupati Sleman terkait ketugasan hingga ranah RT/RW menyikapi warga yang kembali dari luar kota.

“Ini sudah kami koordinasikan pada kades setempat untuk segera melepas spanduk dan penutupan akses tersebut. Di sisi lain kami juga sudah sampaikan ke perangkat hingga RT, RW dan Dukuh untuk melakukan pendataan pada pendatang yang baru pulang dari luar daerah. Kami tetap tegaskan untuk isolasi diri dulu hingga 14 hari sesuai surat edaran Bupati Sleman yang hari ini juga kami sampaikan,” ungkapnya, Jumat (27/03/2020).

Suyanto memantau paling tidak ada lima dusun di Pakem yang menerapkan lockdown mandiri sejak kemarin. Kelima dusun tersebut berada di Desa Candibinangun, Hargobinangun dan Pakembinangun.

“Kewaspadaan sangat penting, itu harus dan tidak keliru. Namun karena sekarang tugas di tingkat bawah sudah jelas, ya kami berharap spanduk-spanduknya dilepas, jalannya dibuka seperti biasa. Terpenting warga sadar untuk tetap di rumah bila tak punya kepentingan mendesak dan pendatang harus mengisolasi diri selama 14 hari di rumah,” pungkasnya.

Diberitakan, lini masa sosial media Twitter sejak Kamis (26/03/2020) malam diramaikan dengan keputusan lockdown mandiri desa-desa di kawasan Sleman. Warga menutup jalan lalu menyematkan tulisan-tulisan bentuk kewaspadaan pada Virus Corona (Covid-19) yang tak bisa dianggap remeh.

Hal ini cukup beralasan, pasalnya kasus Covid-19 di DIY mengalami peningkatan hingga saat ini. Terlebih, kini warga DIY yang sebelumnya merantau ke berbagai daerah termasuk zona merah Covid-19 diketahui mulai berdatangan setelah setelah beberapa instansi maupun perusahaan memberlakukan work from home alias bekerja dari rumah.

Salah satu yang tertangkap kamera warganet yakni di RT 03 Jalan Bulus Tempel Desa Candibinangun Kecamatan Pakem. Warga menutup akses jalan masuk atau keluar desa dengan pagar bambu serta menuliskan spanduk Lockdown dengan kata-kata 'Rasah Ngeyel, Urusane Nyowo Bung'. (Fxh)

Kredit

Bagikan