Masuk Zona Merah, Ribuan Pemudik ke Cilacap Diperiksa Kesehatannya

user
agung 27 Maret 2020, 18:32 WIB
untitled

CILACAP, KRJOGJA.com - Sejumlah kasus pasien yang positif terinfeksi Corvid-19 maupun yang masih dalam pengawasan di Kabupaten Cilacap hampir keseluruhannya merupakan orang-orang Cilacap yang pulang dari perantauan. Selain itu juga mereka baru saja pulang dari bepergian ke luar kota. Hal tersebut menunjukan perlunya dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap dengan kondisi kesehatan warga Cilacap yang mudik atau pulang dari bepergian keluar kota.

Sebagai langkah lanjut hal itu, Polres Cilacap bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Kodim Cilacap mendirikan pos Nusa II di Terminal Bus Cilacap, dan memeriksa kesehatan setiap penumpang bus dan bus antara kota antar propinsi dengan melakukan penyemprotan disinfektan. "Ini sebagai upaya meminimalisir menyebarkan corvid-19 ke Cilacap,"ujar Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya melalui Kasat Lantas AKP Fandy Setiawan, Jumat (27/03/2020).

Dijelaskan, dari laporan yang ada, saat ini sudah ada 5.600 pemudik yang hendak masuk Cilacap. Hal itu menunjukan jika kembalinya warga Cilacap dari perantauan cukup tinggi. Sehingga kondisi tersebut harus terus diwaspadai, mengingat meraka pulang dari daerah pandemi.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, Polres cilacap akan mendirikan pos lainnya di Sampang yang berbatasan dengan Banyumas, Wanareja berbatasan dengan Jawa Barat, Jeruklegi berbatasan Banyumas dan sekaligus mengantisipasi dari Jawa barat bagian Selatan.

Jubir Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Cilacap, M Wijaya mengatakan, sampai saat ini jumlah ODP (Orang Dalam Pengawasan) di Cilacap sebanyak 224 orang, dengan 54 orang dinyatakan selesai pemantauannya dan 170 orang lainnya dalam pemantauan. Adapun PDP (Pasien Dalam Perawatan) jumlahnya mendapai 27 orang, dengan 9 orang dinyatakan negatif, 18 orang masing menunggu hasil lab dan 3 orang lainnya meninggal dengan belum ada hasil labnya. "Sedang satu orang dinyatakan positif, sesuai hasil lab,"katanya.

Menurutnya, PDP yang meninggal terakhir itu, seorang perempuan berusia 13 tahun, merupakan santri pondok pesantren di Kecamatan Kawunganten. "Pada tanggal 23 Maret 2020, pasien itu datang dari poli anak dengan keluhan, batuk, sesak napas 1 minggu, panas 2 minggu

"Pasien tidak ada riwayat keluar kota, dan aktivitas sehari-hari di pondok pesantren. Sebelumnya pasien berobat di puskesmas dan di rontgent di RSI Fatimah pada 20 Maret, dan hasilnya bronkhopenumonia, sehingga dirujuk ke RSUD Cilacap," lanjutnya. Kondisi kesehatannya melemah dan diketahui meninggal pada Jumat (27/03/2020).(Otu)

Kredit

Bagikan