Cerita Keluarga Pasien Corona Meninggal, dari Isolasi 14 Hari Hingga Tak Dapat Pernyataan Resmi dari Dinas Kesehatan

user
ivan 27 Maret 2020, 18:14 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sudarto, warga Depok Sleman pasien dalam pengawasan (PDP) yang kemudian positif Covid-19 DIY nomor 10 meninggal dunia di RS Bethesda setelah menjalani perawatan intensif. Sayangnya keluarga tak mendapatkan pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan terkait status Sudarto yang akhirnya diketahui positif Covid-19 beberapa hari setelah meninggal dunia.

Anak kedua dari Sudarto, Dwi mengungkap ayahnya memiliki riwayat penyakit ikutan yakni stroke dan kanker serta sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Terakhir ketika masuk IGD rumah sakit, menurutnya ada beberapa hal yang akhirnya membuat Sudarto diambil sample Covid-19 dan berstatus PDP.

"Sampai beliau wafat karena status masih PDP maka kami mengikuti prosedur yang diberikan RS yaitu menggunakan peti yang sudah steril dan proses pemandian yang diurus oleh RS serta peti tidak boleh dibuka sampai disemayamkan,” ungkap Dwi, Jumat (27/03/2020).

Sayangnya, hingga saat ini pihak keluarga menurut Dwi tak mendapatkan keterangan resmi terkait status Sudarto yang ternyata positif Covid-19. Hal tersebut membuat keluarga risau lantaran tak ada pemeriksaan lanjutan pada keluarga yang berinteraksi langsung dengan Sudarto selama ini.

“Sampai saat ini kami keluarga mengetahui hasil lab justru dari media yang beredar, sedangkan pihak RS dan Dinkes belum memberikan hasil resmi kepada kami. Adapun kami sebenarnya menunggu tindakan dari Dinkes untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada kami sebagai keluarga jika memang hasil lab bapak positif karena memang kondisi belum ada pemeriksaan lab kepada kami. Sejauh ini kondisi keluarga inti sehat,” sambungnya.

Meski demikian, hingga saat ini pihak keluarga masih melakukan isolasi mandiri untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Mereka pun menanti langkah lanjutan dari Dinkes untuk memastikan status keluarga. (Fxh)

Kredit

Bagikan