NasDem Bantah Tak Demokratis dalam Pilkada Gunungkidul

user
ivan 27 Maret 2020, 17:56 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Bursa pencalonan Bupati Gunungkidul kian sengit. Sejumlah calon potensial muncul, termasuk dari partai NasDem yang dapat mengusung calonnya sendiri dengan modal 9 kursi di DPRD.

Belakangan tersiar tuduhan NasDem dianggap tak demokratis. Tuduhan ini dibantah langsung Ketua DPW NasDem DIY, Subardi. Menurutnya partai besutan Surya Paloh tersebut sangat demokratis dan terbuka bagi siapa saja asal memiliki kompetensi.

Menurut Subardi kompetensi diukur dari survei sebagai tradisi ilmiah dalam berkontestasi. “Kita ingin tunjukkan cara berkontestasi yang sehat. Semua kandidat diuji melalui survei ilmiah untuk mengukur kompetensinya. Tidak ada faktor kedekatan ataupun titipan, justru kedua faktor inilah yang bisa mencoreng reputasi NasDem,” tegas Subardi, Jumat (27/03/2020).

Subardi yang kini duduk sebagai Anggota Komisi VI DPR RI menilai sampai saat ini NasDem belum menentukan calon yang akn diusung dalam Pilkada Gunungkidul. Subardi menilai tuduhan apapun yang dilontarkan kepada NasDem sangat tidak relevan.

“Partai Nasdem tidak pernah melarang hak politik siapapun. Prinsip kami adalah keterbukaan sebagai ikhtiar membangun demokrasi yang sehat. Dalam prinsip tersebut kami mencermati kehendak masyarakat seperti apa figur yang mereka inginkan,” katanya.

Dalam pilkada Gunungkidul, Partai NasDem memiliki peran strategis karena dapat mengusung calonnya sendiri tanpa berkoalisi. Menanggapi prestasi NasDem di Gunungkidul, Subardi menjamin kinerja NasDem akan lebih optimal.

“Harapan masyarakat Gunung kidul kepada NasDem tidak akan sia-sia. Kami berjuang untuk memajukan wilayah ini melalui pemimpin yang sedang kami siapkan,” pungkasnya.

Pilkada Gunung Kidul akan digelar 23 September 2020 mendatang. Kabupaten Gunungkidul merupakan satu dari 224 kabupaten dan 37 kota serta 9 provinsi yang akan meramaikan pilkada serentak pada tahun ini. (*)

Kredit

Bagikan