Gandeng LIPI, Anggota DPR Ini Pilih Tanami Desa dengan Jati Platinum

user
agus 14 Desember 2017, 15:35 WIB
untitled

WONOSARI, KRJOGJA.com - Indonesia kini tengah mengejar komitmen nasional mereduksi emisi karbon hingga 26 persen atau setara 0,67 giga ton karbon hingga tahun 2020. Berbagai langkah konkrit pun dilakukan untuk memastikan komitmen tersebut berjalan dan kelangsungan bumi bisa dipastikan.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui pimpinannya, Edi Hidayat mengatakan pihaknya telah melakukan rekayasa genetika pohon jati dengan cara mutasi radiasi sinar Gamma bekerjasama dengan BATAN. Jati tersebut lantas diberinama Jati Platinum.

“Pohon jati tersebut bisa mencapai diameter 30 cm hanya dalam waktu lima tahun sehingga bisa dipanen lebih cepat untuk kemudian diregenerasi kembali lahannya. Kami berharap hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan kalangan industri maupun pemerintah,” ungkapnya.

Untuk mengujicoba secara langsung pada masyarakat, Jumat (15/12/2017) anggota Komisi VII DPR RI, Agus Sulistyo yang bermitra dengan LIPI bakal melaksanakan desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi di Desa Kedungpoh, Nglipar Gunungkidul. Kepada wartawan Kamis (14/12/2017), Agus Sulistyo mengungkap pemilihan kawasan Gunungkidul sebagai lahan tanam jati platinum dikarenakan selama ini wilayah tersebut memiliki potensi besar khususnya dalam hal tanaman jati.

“Penanaman pohon jati platinum di Kedungpoh nanti merupakan bagian perwujudan komitmen nasional mereduksi emisi karbon hingga 26 persen atau setara 0,67 giga ton karbon hingga tahun 2020 sekaligus menjangkau sisi ekonomi masyarakat. Jati Platinum ini adalah hasil rekayasa genetika LIPI dan BATAN jadi dalam lima tahun sudah bisa panen kemudian diregenerasi kembali lahannya, sisi ekonominya dapat tapi di sisi ekologinya juga dapat karena setiap hektar pohon jati yang berusia maksimal 10 tahun ini bisa menyerap karbon 170 ton C berat jenis 0,8 C konten 0,5,” ungkap pria yang akrab disapa Agus Sulis ini.

Di Kedungpoh, Agus Sulis bersama LIPI secara langsung bakal menyerahkan tanaman Jati Platinum untuk nantinya dikelola masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. “Harapan kami, kedepan semakin banyak lagi lahan desa yang bisa ditanami Jati Platinum yang bisa menjaga kelangsungan bumi sekaligus punya dampak ekonomi masyarakat,” pungkasnya legislator dapil DIY ini. (Fxh)

Kredit

Bagikan