Target Dinilai Rendah, PAD Harus Dioptimalkan

user
tomi 30 November 2017, 15:24 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogya 2018 berhasil ditetapkan, Rabu (29/11). Meski tidak melewati batas waktu, namun target pendapatan asli daerah (PAD) dinilai masih rendah. Pemkot pun diminta mengoptimalkan PAD, agar pembangunan daerah dapat digenjot.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya, Kadri Renggono tidak menampik sejumlah catatan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Yogya tersebut. Target PAD itu mencapai Rp 547 miliar atau 34 persen dari total pendapatan Rp 1,6 triliun.

"Sebenarnya target itu sudah kami naikkan dari tahun ini. Tapi rekomendasi Banggar kami pastikan akan dijalankan," tandasnya usai rapat paripurna penetapan APBD 2018, kemarin.

Pada tahun ini, target PAD mencapai Rp 510 miliar. Sedangkan penetapan target PAD di tahun 2018, imbuh Kadri, sudah memperhitungkanrealitas potensi pendapatan. Oleh karena itu, jika PAD dinilai belum maksimal dikarenakan beberapa sebab. Di antaranya pendapatan dari retribusi terpaksa ada penurunan karena retribusi izin gangguan atau HO sudah dihapuskan. Padahal, potensi pendapatan retribusi HO tiap tahun bisa mencapai Rp 500 juta.

Selain itu juga ada penurunan target pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah seperti PD Jogjatama Vishesha maupun PDAM. Pendapatan dari kedua perusahaan daerah tersebut sengaja tidak dipatok tinggi karena harus menjalankan fungsi pelayanan. (Dhi)

Kredit

Bagikan