Masyarakat Belum Cerdas Gunakan Obat

user
ivan 18 November 2017, 10:27 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Masyarakat belum sepenuhnya cermat dan cerdas menggunakan obat. Terbukti masih ada warga yang menggunakan obat ilegal. Bahkan tidak bisa membedakan obat legal dan ilegal. Sebenarnya kuncinya kecermatan dan mau bertanya, ‘Tanya Lima O’.

Demikian diungkapkan Nur Ismiyati MSc Apt, Kaprodi D-3 Farmasi Poltekkes Bhakti Setya Indonesia (BSI) Yogyakarta dalam acara Penyuluhan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di kampus 2 Poltekkes BSI Yogya, Gedongkuning, Jumat (17/11/2017). Pada tempat yang sama diadakan pula Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), senam bersama dan pemberian beasiswa kepada 7 mahasiswa dari Dikpora DIY.

Didampingi Tri Wahyuni (Ketua Panitia Defarsi) dan Nur Arifah (Kabag Kemahasiswaan), Nur Ismiyati menjelaskan, menandai obat legal sebenarnya mudah dengan mencermati, izin edar, indikasi, kegunaan obat, komposisi obat. ”Bahkan untuk memudahkan mengingat ada istilah ‘tanya lima O’, yakni obat ini apa nama dan kandungannya? Obat ini khasiat, dosis, cara menggunakan dan efek sampingnya?” kata Nur Ismiyati.

Sedangkan Tri Wahyuni dan Nur Arifah menambahkan, kegiatan diadakan mahasiswa, dosen D-3 Farmasi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Poltekkes BSI Yogya. ”Penyuluhan obat bagi masyarakat sekitar kampus, senam Neuromove dan beasiswa mendukung Gema Cermat dan Germas.” kata Nur Arifah. (R-3)

Kredit

Bagikan