Abrasi Pantai Baron Semakin Parah

user
ivan 08 November 2017, 13:13 WIB
untitled

TANJUNGSARI, KRJOGJA.com - Abrasi laut selatan khususnya di Pantai Baron Kemadang Tanjungsari, semakin parah. Pantai semakin menciut yang diakibatkan oleh gerusan gelombang pasang yang sering terjadi. Penyebab lainnya, arus sungai yang semula mengalir keselatan, berbelok arah melewati pantai sehingga semakin memperparah abrasi.

Dampak yang diakibatkan adanya abrasi tersebut, kapal jukung sulit untuk mendarat, demikian pula para wisatawan juga kehilangan area untuk bermain, karena semakin ciutnya kawasan pantai sudah dipenuhi oleh kapal nelayan. Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron Sumardi mengaku, tidak bisa berbuat banyak karena abrasi yang menghantam Pantai Baron dikarenakan faktor alam. ”Mungkin kalau sudah ada banjir besar, aliran sungai akan kembali seperti semula,” katanya.

Sumardi mendengar informasi, talut di Pantai Baron akan digeser mundur untuk memberikan tempat bagi kapal nelayan. Namun informasi tersebut belum diterima secara resmi. Jika informasi tersebut benar, kemungkinan pelaku pariwisata tidak memperbolehkannya, karena akan mengurangi ruang publik.

Demikian pula adanya wacana untuk memindahkan tempat pendaratan kapal nelayan di pantai sebelah barat Pantai Baron, kemungkinan para nelayan akan menolaknya, karena keberadaan nelayan di Pantai Baron ini sudah ada lebih dahulu dari pada untuk kegiatan wisata. Dikatakan bahwa jumlah kapal yang ada saat ini ada 55 unit, namun areal parkir kapal yang ada saat ini hanya bisa menampung 35 kapal, sehingga kapal lainnya diparkir di sembarang tempat sehingga menambah kesemrawutan Pantai Baron.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Baron Supomo yang ditemui terpisah, juga mengaku prihatin adanya abrasi yang semakin parah. Dampak adanya abrasi dan perubahan aliran sungai menghalang-halangi para wisatawan untuk bisa mendekat ke laut.

”Padahal banyak wisatawan yang datang ke Pantai Baron untuk bisa mandi dan bermain di laut, tetapi dengan adanya perubahan alam yang mengakibatkan abrasi, wisatawan tidak lagi bisa bermain di laut,” terangnya.

Jika laut dalam keadaan surut, wisatawan baru bisa mendekat ke laut, itu saja dengan menggunakan fasilitas perahu dengan membayar Rp 10.000 setiap orang. Pokdarwis Pantai Baron tidak bisa berbuat banyak, tetapi dengan sabar menunggu adanya perubahan alam, yakni kembalinya aliran sungai dari muara sungai bawah tanah. (Awa)

Kredit

Bagikan