Pastikan Kesehatan, Kambing Sakit Dikarantina

user
danar 30 Agustus 2017, 16:54 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar mengapresiasi kejujuran pedagang hewan kurban yang sengaja mengarantina hewan sakit. Hal itu membuktikan kesadaran pedagang mulai membaik.

"Ada dua kambing yang saya sendirikan karena sakit. Matanya belekan dan merah. Setidaknya butuh waktu sebulan sembuh," kata pedagang kambing di Padangan, Jungke, Karanganyar Kota, Agus Sutarsono kepada wartawan, Rabu (30/8/2017).

Ia menyadari hewan sakit tidak layak dikurbankan, sehingga menyarankan calon pembeli memilih kambing lainnya yang fisiknya lebih sempurna.

"Kalau membiarkannya terjual, sama saja membohongi penjual. Saya obati dulu matanya sampai sembuh, baru kemudian ditawarkan ke pembeli," katanya.

Agus memiliki 50-an ekor kambing siap jual yang dibelinya dari Ponorogo, Jatim dan sekitarnya. Agus bukan pedagang musiman, karena tiap hari menyediakan kebutuhan daging kambing dari warung sate. Mengenai permintaan jelang Idul Adha, ia menyediakan kambing usia kisaran setahun.

"Patokan saya usia kambing setahun lebih. Masalah poel tidaknya dari susunan gigi, itu silakan bagaimana keyakinannya masing-masing," katanya.

Disampaikannya, harga kambing meroket jelang hari raya kurban. Kenaikannya hingga Rp 400 ribu per ekor. Di kandangnya, ia menjual seekor kambing paling murah Rp 1,5 juta jenis lokal sedangkan termahal Rp 5 juta jenis ettawa.

Kasi Keswan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman mengatakan pemeriksaan hewan kurban dengan mengambil beberapa sampel di tiap kecamatan dimulai Senin (28/8/2017). Petugas berulangkali mendapati hewan sakit bercampur sehat di kandang. Ia mengatakan, seharusnya hewan sakit dikarantina agar tidak ikut terbeli.

"Biasanya, hewan itu sakit mata, koreng dan sejenisnya karena efek cuaca dan pengangkutannya ke lapak. Kalau ada yang mengarantinanya, tentu sangat bagus," katanya.

Disnakkan menerjunkan seluruh petugasnya memeriksa lapak dan pasar darurat penjualan ternak pada 28-31 Agustus. Sedangkan 1,2 dan 3 September bergeser pemeriksaan penyembelihan kurban. (R-10)

Kredit

Bagikan

BERITA TERKAIT