Kisah Veteran, Batalkan Undangan Pernikahan Demi Tugas Negara

user
agung 11 Agustus 2017, 01:06 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com – Tugas negara adalah yang utama. Itu menjadi doktrin tentara yang harus laksanakan.

Begitupula yang diceritakan oleh Drs Arie A SH didampingi rekan-rekannya usai mengikuti upacara Hari Veteran di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Kamis (10/08/2017).Veteran Arie merasakan langsung pertempuran di tahun 1975 saat dimulainya proses integrasi dengan Timor-Timur.

Hari itu di tengah kemelut perebutan Timor-Timur, ia akan menikah pada 25 Desember 1975. “Mendadak di tanggal 10 ada surat perintah untuk terjun ke Timor-Timor, waduh, ya sudah itu undangan tamu semuanya dibatalin, saya menikah seadanya, hanya satu jam saja. Paginya langsung terjun ke Timor-Timor!” ujarnya.

Saking semangatnya, sesekali Ari mengayun-ayunkan tangannya ke udara, menggambarkan saat ia harus terjun payung untuk turun berperang di Timor-Timor. Kemudian tawa lepasnya pun menggema di ruang tamu TMP Kusumanegara.

Namun dirinya tak setuju apabila cerita berkesannya tersebut membuat orang-orang menilai betapa hebatnya ia, baginya semua itu biasa saja. Ia beserta rekan-rekan veteran lainnya ingin menegaskan pada generasi saat ini, bahwa sebagai veteran, mereka mengutamakan tugas bahkan di atas kepentingan pribadi mereka.

“Cerita Pak Arie tadi sebagai contoh saja untuk generasi muda ya, kan sekarang kebanyakan memikirkan pacaran, malah tugas-tugasnya jadi terbengkalai, nah itu harus diperbaiki,” ujar Bachrul Ulum menyambung cerita rekannya tersebut.

Perjuangan veteran untuk turut serta membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan selama 350 tahun salah satunya demi kebebasan generasi setelah mereka. Seusai upacara HUT Veteran di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kamis (10/08/2017) beberapa veteran menceritakan pengalaman berkesannya pada masa-masa perebutan dan pertahanan kemerdekaan  tersebut kepada krjogja.com. (Salsabila Annisa)

Kredit

Bagikan