Siswi SMK Kesehatan Bintang Nusantara Produksi Permen Biji Pepaya

user
ivan 30 Juli 2017, 16:34 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Produk herbal pelajar SMK Kesehatan Bintang Nusantara Karanganyar ini cukup menarik diulas. Biji pepaya yang biasanya dibuang, ternyata masih bisa dikonsumsi dengan tampilan menarik permen jeli berkhasiat mengobati cacingan.

Makanan ringan berlabel Candy Papaina ini menyabet juara II lomba kreasi dan inovasi (krenova) tingkat Kabupaten Karanganyar. Dua siswi peraih prestasi tersebut, Upik Angela Pratiwi (16) dan Rahmawati Agustina (16) duduk di kelas XI jurusan farmasi.

Dipandu guru pembimbing, Fitri Solihah, ketiganya menguji coba pembuatan pembuatan Candy Papaina selama tiga bulan. Sebelumnya, mereka membedah berbagai literatur tentang pepaya dan khasiatnya. “Biji pepaya rasanya pahit. Biasanya, dikonsumsi untuk obat cacingan,” kata Fitri.

Setelah berulangkali gagal mengolah biji pepaya, akhirnya tiga dara asal SMK Kesehatan Bintang Nusantara ini berhasil menyingkirkan rasa getir tanpa perlu menghilangkan khasiatnya. Caranya dengan membersihkan biji pepaya sampai selongsongnya benar-benar terkelupas, kemudian menjemurnya di bawah terik sinar matahari.

Tahap selanjutnya menghaluskan biji yang telah kering itu lalu dilarutkan air secukupnya dan disaring. Nah, larutan itu menjadi bahan utama ramuan setelah ditambah bubuk jeli, gula pasir dan gelatin.

“Larutan berbagai campuran itu dimasak sampai mendidik. Lalu dimasukkan ke cetakan. Disimpan semalam di freezer kulkas. Sajikan setelah padat,” kata Fitri.

Tambahan citarasa jeruk dan melon memberi rasa manis Candy Papaina. Cara menyajikannya cukup menarik, yakni permen jeli ditusuk seperti sate. Permen rasa buah-buahan itu berwarna cerah seperti kuning dan hijau.

“Alatnya sederhana. Idenya yang luar biasa. Sejauh ini masih dipasarkan di lingkungan sekolah. Namun rencananya akan didaftarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) karena masuknya obat herbal,” katanya.

Upik Angela mengatakan biji pepaya mudah didapatkan gadis asal Desa Petung, Jatiyoso ini. Apalagi ia memiliki beberapa pohon pepaya di pekarangannya.

“Sudah 10 kali produksi. Satu kali buat, bisa 15 tusuk permen. Pertama kali membuatnya dulu masih pahit karena tidak disaring. Membuatnya dibantu kakak saya juga yang belajar farmasi di perkuliahan,” katanya.

Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bintang Nusantara Reno Moelia Sari Widyaningrum mengatakan candy papaina berkhasiat pula mengobati kembung dan nyeri haid kaum hawa. Berbagai kreasi selain permen itu juga tersedia di IT Centre sekolahnya seperti obat cair kutu air dan minuman serbuk herbal. (R-10)

Kredit

Bagikan