Alokasi Rp20 Miliar, Jamkesda Terserap 20 Persen

user
tomi 08 Mei 2017, 10:20 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda) di Kota Yogya masih tergolong tinggi, yakni mencapai Rp 20 miliar. Hingga triwulan pertama, alokasi tersebut pun baru terserap 20 persen atau Rp 4,19 miliar. Penyerapan itu pun sangat tergantung dari pengajuan klaim oleh rumah sakit.

Kepala Seksi Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogya, Umi Nur Chariyati, menguraikan, hampir setiap tahun klaim jamkesda dari rumah sakit selalu menumpuk di akhir tahun. "Rumah sakit swasta justru tergolong rajin dalam mengajukan klaim. Meski kebanyakan rumah sakit cenderung menumpuk di akhir tahun, tapi tidak mengganggu laporan penggunaan karena ada kelonggaran hingga awal tahun," urainya, Minggu (07/05/2017).

Dibanding tahun lalu, pengajuan klaim mengalami fluktuatif. Hal ini karena sebagian besar jaminan kesehatan sudah dicukupi melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Apalagi, saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Yogya sudah mencapai 90

persen. Karena itu, jamkesda hanya dapat diakses oleh warga Kota Yogya yang belum masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

Umi mencontohkan warga miskin pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) yang belum masuk dalam penerima bantuan iur (PBI) BPJS Kesehatan mencapai sekitar 3.000 jiwa. "Alokasi maupun program jamkesda ini kan akan berakhir pada 2019 seiring integrasi penuh ke JKN. Sehingga pemegang KMS yang belum masuk dalam PBI BPJS Kesehatan akan kami masukkan," tandasnya.

Lantaran setelah tahun 2019 dipastikan sudah tidak ada lagi jamkesda, diharapkan seluruh warga miskin masuk dalam PBI BPJS Kesehatan. Sehingga selama dua tahun ke depan, tingkat kepesertaan JKN mutlak harus digencarkan. (Dhi)

Kredit

Bagikan