Minat Investasi Warga Solo Terus Bergairah

user
danar 21 April 2017, 04:30 WIB
untitled

SOLO,KRJOGJA.com - Minat investasi warga Solo dan sekitarnya terus mengalami peningkat yang menggembirakan. Terakhir jumlah investor yang masuk ke kantor BEI Yogyakarta mencapai 19.615, padahal pada akhir 2016 baru tercarat 18.000. Tren inilah salah satu yang mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Solo yang menempati di Graha Prioritas lantai 1 jalan Slamet Riyadi.

"Kalau melihat jumlah transaksi di Solo dan sekitarnya lebih menggerikan. Karena mencapai Rp 1.05 trilyun, sementara Yogyakarta Rp 435 milyar," jelas Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza kepada wartawan sehari menjelang peresmian di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (20/4/2017).

Menurutnya, masyarakat Solo dan sekitarnya sudah melek investasi di pasar modal. Data pada tiga bulan terakhir di atas menjadi bukti. Dengan dibukanya kantor perwakilan BEI, maka memudahkan sekaligus mendekatkan masyarakat. Akses mereka ke pasar modak semakin dekat dan cepat mengingat sebelumnya menginduk ke BEI Yogyakarta.

Kepala Divisi Pengembangan Wilayah BEI Hari Prasetyo menambahkan untuk sementara pengelolaan kantor BEI Solo masih dirangkap Irfan Noor Riza. Berikutnya baru akan ditempatkan orang baru. "Jadi untuk tahap awal masih dirangkap pak Irfan," katanya. Dengan dibukanya kantor perwakilan baru berarti di Jateng DIY ada tiga satu lainnya di Semarang.

Jumlah investor pasar modal di Solo yang mencapai 19.615, lanjut Irfan, 25 persen diantatanya dari kalangan mahasiswa. Pertumbuhan ini terjadi menyusul dibukanya galeri-galeri di perguruan tinggi. Ke depan BEI ingin masuk ke desa melalui program desa binaan perguruan tinggi dan membuka Galeri Edukasi di SMA.

Program di atas untuk mendorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan pasar modal. Selain itu,tambah Kepala OJK Laksono Dwionggo juga digelar lomba game investasi pasar modal atau stocklab yang diikuti para mahasiswa.(Qom)

Kredit

Bagikan