Kartinian, Wartawati Magelang Jadi Penambang Pasir

user
agus 20 April 2017, 17:30 WIB
untitled

MAGELANG (Krjogja.com) – Ada-ada saja ide para juru tinta di Magelang ini. Untuk memperingati Hari Kartini, mereka mencoba menjadi penambang pasir di Sungai Pabelan, tepatnya dibawah Jembatan Srowol Kecamatan Mungkid, Kamis (20/04/2017). Sebelumnya, ditempat ini ada puluhan penambang yang enam diantaranya perempuan, yang setiap hari mengais rupiah dengan mencari pasir.

Salah satu penambang pasri itu adalah Ny Mundariah (45), warga Desa Progowati. Diakui jika ibu tiga orang anak ini, menjadi penambang sejak kecil. Namun baru satu tahun terakhir yang setiap hari turun ke sungai atau sejak suaminya meninggal. “Kalau mencari pasir, sudah sejak kecil. Namun saat masih ada suami, saya hanya membantu sesekali saja. Hanya setelah suami meninggal setahun yang lalu, saya setiap hari menambang,” katanya.

Hal senada disampaikan Ny Karsanah (48) juga warga Desa Progowati yang masih bertetangga dengan Ny Mundariah. Diungkapkan jika setiap hari ia mencari pasir mulai pukul 05.00 hingga 13.00. Selama sekitar delapan jam itu, ia mendapatkan rata-rata 50 tenggok. Selama satu minggu, ia mendapatkan uang sekitar Rp 100 hingga Rp 150 ribu. “Cukup tidak cukup ya segitu mas. Mau bagaimana lagi?,” ungkapnya yang terkadang untuk menambah penghasilan, keduanya juga menjadi buruh tani itu.

Sementara Choriroh Kurniawati, salah satu wartawan perempuan magelang yang ikut menjadi penambang pasir menyampaikan jika pihaknya ingin merasakan perjuangan ‘Kartini’ era sekarang. Dan ternyata, sungguh berat. “Terus terang saya tidak sanggup. Saya baru lima tenggok saja, sudah menyerah. Ibu-ibu disini luar biasa perjuangannya untuk mencari sesuap nasi,” ungkapnya Kurniawati berlinang air mata.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan bantuan untuk mengapresiasi perjuangan keduanya. Bantuan berasal dari Universitas Muhammadiyah Magelang dan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dan solidaritas Wartawan Magelang. (Bag) 

Kredit

Bagikan