Antisipasi Macet, Bus Besar Dilarang Masuk Kota

user
tomi 28 Maret 2017, 18:08 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Bus dengan dimensi besar bakal dilarang masuk Kota Yogyakarta sebagai upaya penataan transportasi dan mencegah kemacetan. Sebab,  dari 224,68 kilometer jalan di Yogya pada tahun 2023, 45 persen atau sekitar 100 kilometer akan mengalami kemacetan.

Fakta ini mencuat dalam pembahasan Pansus Raperda Penataan Transportasi Lokal di DPRD Kota Yogyakarta beberapa waktu terakhir.  Demikian dikatakan Ketua Pansus Bambang Seno Baskoro kepada wartawan Selasa (28/03/2017).

Bambang mengatakan solusi mengatasi kemacetan yang terjadi di wilayah kota yakni dapat dilakukan dengan penataan terintegrasi antara alat transportasi, perparkiran, kendaraan tradisional dan mekanisme rekayasa lalu-lintas. Menurut dia, salah satu yang bisa dilaksanakan adalah pelarangan bus dimensi besar masuk ke wilayah Kota Yogyakarta.

"Harusnya tak boleh lagi masuk kota karena bus dimensi besar bakal menambah kemacetan. Bus besar ini cukup berada di luar kota Yogyakarta di mana nantinya diintegrasikan dengan shuttle atau kendaraan tradisional seperti becak dan andong," ungkapnya.

Metode pelarangan bus dimensi besar ini menurut Bambang sudah lazim dipraktekkan di kawasa wisata lainnya seperti di Badung Bali. "Itu contohnya kita mau masuk ke Kuta tak boleh lagi pakai bus besar, pakai shuttle untuk mencegah kemacetan dan ternyata berhasil," imbuhnya.

Apabila nantinya bus besar tak boleh masuk kota, diharapkan taman parkir yang saat ini ada yakni Abu Bakar Ali, Ngabean dan Senopati bisa dimaksimalkan untuk menampung kendaraan lain yang lebih kecil. "Malahan kalau ini berjalan, Senopati bisa kembali jadi hutan kota, para jukirnya bisa beralih seperti yang dilakukan jukir Alun-Alun Utara dulu," lanjutnya lagi. (Fxh)

Kredit

Bagikan