Dikejar, Tunggakan Pajak Reklame Rp 953 Juta

user
tomi 19 Maret 2017, 10:07 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com(KR) - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya berkomitmen untuk mengejar tunggakan pajak reklame sebesar Rp 953 juta yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tunggakan itu juga menjadi salah satu penyebab target pajak reklame 2016 tidak tercapai.


Dari total target pendapatan pajak reklame sebesar Rp 5,6 miliar, realisasi

hingga akhir tahun kemarin hanya 64,6 persen atau Rp 3,6 miliar. “Semua data yang belum tertagih sudah kami miliki. Termasuk rekomendasi dari BPK RI yang akan terus kami tagih ke wajib pajak,” terang Kepala BPKAD Kota Yogya Kadri

Renggono, Sabtu (18/3).

Khusus yang menjadi temuan BPK, menurut Kadri tersebar di 13 titik dengan

delapan wajib pajak. Enam penyelenggara di antaranya bahkan sudah menyatakan kesediaan untuk melunasi kurang bayar atau tunggakan. Bahkan dua penyelenggara sudah menyetorkan ke kas daerah dengan total sekitar Rp 350 juta.

Kadri menjelaskan, pihaknya memang sempat tidak memungut pajak di

13 titik reklame yang menjadi temuan BPK itu. Pasalnya, terjadi masa transisi

regulasi penyelenggaraan reklame yang baru yaitu Perda 2/2015. Dalam

aturan tersebut, disyaratkan setiap reklame berukuran besar atau di atas

24 meter persegi wajib mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) konstruksi

reklame dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan.  Sedangkan

aturan yang lama, penyelenggara reklame tak perlu mengantongi IMB. (Dhi)

Kredit

Bagikan