BBWSO Tak Perbaiki Talud Longsor, Sultan Pasrahkan ke Pemkot

user
danar 09 Maret 2017, 15:00 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) tidak bisa memperbaiki talud sungai Code yang longsor di kawasan Kampung Blimbingsari Terban Gondokusuman Yogyakarta Senin (6/3/2017) lalu lantaran bangunan di atasnya berada di kawasan bantaran yang tidak seharusnya digunakan untuk pemukiman. Gubernur DIY Sri Sultan HB X pun memilih mempercayakan penanganan tersebut pada Kota Yogyakarta yang dinilai memiliki kewenangan.

Kepada wartawan Kamis (9/3/2017) Sultan mengatakan penanganan talud longsor tersebut berada pada ranah kewenangab pada Kota Yogyakarta yang memang memiliki dana darurat. Sultan pun tak ingin mengintervensi penanganan talud longsor yang kini materialnya masih menutup hampir separuh sungai Code ini.  "Kan kota punya dana darurat jadi silahkan diselesaikan, saya belum tah sejauh mana penyelesaiannya dan tidak mau intervensi," ungkap Sultan.

Meski demikian, Sultan meminta Kota Yogyakarta segera berkoordinasi dengan BBWSO yang juga memiliki kewenangan dalam penanganan masalah di kawasan sungai DIY untuk segera mengatasi talud longsor tersebut. "Ojo opo-opo aku to, kan mereka punya wewenang menyelesaikan," imbuhnya.

Sementara terkait program menjadikan sungai sebagai halaman rumah, Sultan menyatakan bahwa pihaknya kini sedang mengebut percontohan agar masyarakat lain tidak hanya membayangkan di benak saja. "Kita sedang proses kan sudah ada pembebasan lahan juga, jadi masyarakat punya contoh tidak membayangkan terus," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan talud setinggi 40 meter dengan panjang hampir 50 meter longsor tiba-tiba Senin lalu pukul 08.10 WIB. Material longsor hingga kini masih menutup hampir separuh sungai Code sementara beberapa bagian talud juga mengalami keretakan yang berpotensi longsor susulan. (Fxh)

Kredit

Bagikan