Warga Kecelakaan Akibat Jalan Rusak Bisa Gugat Negara?

user
danar 01 Maret 2017, 19:22 WIB
untitled

SEMARANG (KRjogja.com) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, menyatakan, warga yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak bisa menggugat ganti rugi kepada Negara atau pemerintah. Jika ada warga korban kecelakaan akibat jalan rusak yang menggugat pemerintah sangat bagus untuk memacu kinerja pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan hal ini kepada wartawan di Semarang, Rabu (1/3/2017), terkait banyaknya korban kecelakaan di Jateng akibat jalan rusak yang tidak kunjung diperbaikio oleh pemerintah. Menurut Gubernur sudah ada asosisasi pengacara yang akan menggugat Pemerintah, karena dinilai membiarkan jalan rusak hingga ada orang meninggal.

 

Sebelumnya Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) menyatakan, korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak bisa mengajukan gugatan ganti rugi kepada pejabat terkait pembangunan jalan. Hal itu diatur dalam pasal 273 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

 

Menurut Gubernur korban kecelakaan dapat menggugat ke Pemerintah, sedangkan bagi penyelenggara jalan punya alternatif untuk membayar ganti rugi atau lanjut ke ranah pidana. Ganti rugi yang bisa diperoleh maksimal Rp12 juta hingga Rp120 juta. Sementara ancaman pidana bisa mencapai lima tahun penjara.

 

Ganjar mengatakan, kritik dari Peradi perlu agar penyelenggara negara tetap fokus memperbaiki infrastruktur. Penyelenggara diminta tidak lupa pada kewajiban melayani masyarakat. "Ini kritik agar kita bekerja keras dan tidak membiarkan jalan rusak terlalu lama. Apalagi menyebabkan warga meninggal dunia," tuturnya. (Bdi)

Kredit

Bagikan