Pemanfaatan Gas Metan Di TPA Mojorejo

user
tomi 22 Januari 2017, 17:24 WIB
untitled

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari akan dimaksimalkan sebagai sumber energi berbarukan berupa gas metan. Sedangkan listrik sama sekali belum dilirik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji, Minggu (22/01/2017) mengatakan, volume sampah buangan di TPA Mojorejo, Bendosari sekarang sebesar 125 ton per hari. Sampah tersebut sangat banyak dan harus dimaksimalkan pengolahannya. Apabila ditumpuk begitu saja maka akan menyebabkan terjadinya masalah baik lingkungan, kesehatan maupun sosial dikemudian hari.

Pengolahan sampah di Sukoharjo, kata Suraji akan ditangani dengan cara pemilahan ditingkat TPA. Dari total 125 ton nantinya akan dicoba secara bertahap dimulai sebanyak 25 ton dulu.

Ada petugas khusus di TPA Mojorejo Bendosari yang menjalankan tugas tersebut. Pemilahan dilakukan untuk jenis sampah organik, limbah B3 dan lainnya.

"Di TPA Mojorejo Bendosari juga telah disediakan alat pemilah dan penangkap gas metan. Khusus untuk gas mentan pemanfaatanya sendiri terus dimaksimalkan dengan disalurkan ke lingkungan sekitar. Sampah di Sukoharjo tidak hanya menjadi barang buangan. Namun akan lebih dimanfaatkan sebagai sebuah berkah karena banyak potensi bisa dipakai seperti gas metan dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk pemanfaatan sumber listrik belum diterapkan di Sukoharjo,” ujar Suraji.

Pemanfaatan gas metan di TPA Mojorejo Bendosari sendiri sekarang memasuki tahun kedepan. Pada ujicoba tahun 2016 dianggap sukses setelah mampu disalurkan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar secara gratis. Pada tahun 2017 ini diharapkan volume gas mentan yang dihasilkan bisa lebih meningkat dibanding 2016. Peningkatan tersebut berdampak pada bertambahnya jumlah warga sebagai pemakai.(Mam)

Kredit

Bagikan