Kawasan Pedestrian Code Gumreget Layak Jadi Destinasi Wisata

user
agung 08 Januari 2017, 17:43 WIB
untitled

YOGYA (KRJogja.com) - Kawasan Pedestrian Code Gumreget (PDC) ke depan bisa menjadi destinasi wisata strategis di Yogyakarta karena berdekatan dengan Malioboro. Pengunjung yang datang ke kawasan pejalan kaki ini akan disuguhi potensi kampung, termasuk kuliner dan produk industri kecil.

Penegasan PCG sebagai destinasi wisata muncul dalam Festival dan peluncuran Pedestrian Code Gumreget yang berlangsung Minggu (08/1/2017). Acara itu sekaligus merupakan puncak acara dari program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di bantaran Kali Code wilayah Suryatmajan.

Selain itu launching ini juga bertujuan untuk mengenalkan kawasan pedestrian (pejalan kaki) Kali Code ke khalayak agar ke depannya dapat menjadi destinasi wisata strategis yang berdekatan dengan Malioboro.

Dalam pidato sambutannya, Penjabat Walikota DIY Sulistyo berpesan agar masyarakat turut andil menjaga keindahan PCG. "Kita pertahankan, kalau bisa Kita naikkan. Tidak hanya disini tetapi di wilayah utara dan selatan," harapnya. Peresmian PCG secara simbolis dilakukan dengan melepas 10 ekor merpati.

Kawasan Pedestrian Code Gumreget Layak Jadi Destinasi Wisata

Pelepasan 10 ekor Merpati (Dok : Panitia)

Serangkaian kegiatan Festival dan peluncuran PCG sendiri sudah berlangsung sejak Sabtu sore (7/1/2017) dengan bazaar dan pasar murah UMKM warga. Kegiatan dilanjut dengan jalan sehat warga pada Minggu paginya menelusuri rute PCG dan lomba mewarnai untuk anak-anak.

Program PLBBK di Suryatmajan sendiri sudah berlangsung sejak tahum 2014 dengan total dana sejumlah Rp 2 miliar digelontorkan dari pemerintah. Fokus utama dalam program ini adalah bagaimana masyarakat untuk terlibat aktif memberdayakan daerah nya.

Program PLPBK di Suryatmajan sendiri dialokasikan untuk penataan kawasan di Kampung Gemblakan Bawah (RW 07,08, dan 09).  Kawasan tersebut notabene kampung terkumuh di Suryatmajan.

Alokasi dana digunakan untuk penataan perumahan di bantaran sungai (M3K), pembuatan jalan selebar 3 meter, pembuatan saluran air hujan, pembuatan tembok talud, pembuatan ruang terbuka publik, serta pembuatan pos pantau banjir. Selain itu disokong pula oleh program dari satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) DIY.

Alokasi program digunakan untuk biofel, pembuatan SAH dan SAL, pembuatan jaringan hidran kering, pembuatan balai pertemuan, serta pemasangan lampu di bantaran kali. "Kawasan pemukiman kumuh di Kota Yogyakarta sebagian besar terletak di bantaran sungai. Mari kita ubah persepsi itu," ungkap Nanang Priyana, Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah OSP 5 DIY.

Dengan diresmikannya PCG diharapkan terjadi kolaborasi yang baik antara warga dan pemerintah dalam memgembangkan wilayah bantaran kali menjadi kampung wisata yang sehat, indah dan nyaman sesuai dengan slogan 'Kaline resik, omahe sehat, rejekine apik'. (MG-14)

Kredit

Bagikan