Jalan Provinsi Bolong, Ganjar Marahi Petugas Dinas Bina Marga

user
agus 13 Oktober 2016, 00:45 WIB
untitled

BANJARNEGARA (KRjogja.com) - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menunjukan kemarahannya kepada dinas bina marga saat melihat ada lubang jalan di Dusun Buratan, Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Gubernur langsung menghentikan perjalanannya untuk melihat lubang jalan yang dinilainya cukup membahayakan pengguna jalan.

Hal itu terjadi saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan roadshow ke Banjarnegara Rabu (12/10). Saat melewati jalan provinsi di Dusun Buratan, Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Ganjar langsung menghentikan mobilnya dan memanggil Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Wonosobo, Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, Soehardjito yang kebetulan ikut dalam rombongan.

Gubernur langsung menegur Soehardjito yang dianggapnya melakukan pembiaran jalan berlubang. “Mengapa jalan ini dibiarkan berlubang,” tegur Ganjar kepada Soehardjito. Soehardjito mencoba memberi penjelasan dengan melempar kesalahan ke pihak pengamat jalan yang tidak melaporkan adanya jalan yang berlubang.

Koordinator Pengamat Jalan BPT Wonosobo, Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, Sudarman yang juga ikut dalam rombongan juga dipanggil. Ganjar meminta Sudarman menelepon Suripto, petugas pengamat jalan wilayah tersebut. Dari Suripto Ganjar menerima laporan jalan berlubang sudah dilaporkan secara lisan sejak dua minggu lalu, dan sampai saat ini belum ada tindaklanjut.

Menerima laporan dari Suripto, Ganjar pun sontak marah pada Sudarman dan Soehardjito. "Mas, lubang jalan ini sudah dilaporkan sejak dua minggu lalu lho. Piye kerja kok kayak gini. Iki guyon kabeh, kalian menyepelekan saya. Dulu janjinya empat hari selesai. Sampean dibayar Negara lho, ora dolanan," tegas Gubernur.

Ganjar saat itu juga memberi peringatan keras kepada dua petugas bina marga tersebut. Ganjar minta petugas dinas bina marga jangan membuat malu Pemprov di hadapan masyarakat.

Dalam penjelasannya kepada Gubernur Sudarman berkilah penambalan jalan sebenarnya sudah direncanakan, namun masih menunggu alat dari Kebumen yang masih dalam perjalanan. Tapi ketika Ganjar meminta Sudarman menelepon koordinator alat, ternyata tidak terkonfirmasi, sehingga Gubernur merasa “diapusi” oleh  Sudarman.

Untuk itu Ganjar memerintahkan hari ini juga (Rabu-red) lobang-lobang di jalan tersebut harus ditambal. Entah dengan aspal maupun disemen. Selain itu ia juga memerintahkan untuk memperbaiki sistem yang ada, memperpendek birokrasi. "Mulai besok cara melaporkan harus tertulis. Yang berlobang ini, eksekusi hari ini dan malam ini laporkan ke saya," tegasnya. (Bdi)

Kredit

Bagikan