Didorong Konsumsi RT, Ekonomi DIY Tetap Tumbuh

user
tomi 07 Oktober 2016, 04:14 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Perekonomian DIY Triwulan IV 2016 diprediksi tumbuh dikisaran 5,4 persen hingga 5,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya karena dipengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga, tingginya investasi, peningkatan ekspor, penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dan kenaikan jumlah wisatawan akhir tahun ini.

"Sepanjang 2016 ini, perekonomian DIY diperkirakaan tumbuh sebesar 5,2 persen hingga 5,6 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingakan tahun 2015 sebesaar 4,94 persen (yoy), tingkat pertumbuhan DIY tersebut lebih tinggi dibandingkan prediksi pertumbuhan nasional 5,0 sampai 5,4 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arief Budi Santoso.

Arief menuturkan dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan IV 2016 ini dipengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga, masih tingginya kinerja investasi dan peningkatan permintaan ekspor luar negeri. Sementara dari sisi penawaran peningkatan penyelenggaran MICE dan kenaikan jumlah wisatawan saat liburan Natal dan tahun baru, mendorong pertumbuhan kinerja sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan.

Lebih lanjut disampaikan Arief,  didorong peningkataan konsumsi dan investasi pemerintah dan membaiknya kinerja perdagangan luar negeri, perekonomian DIY triwulan II 2016 tumbuh 5,57 persen (yoy).  Capaian tersebut meningkat tajam dari triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 4,84 persen (yoy). Peningkatan konsumsi pemerintah di Triwulan II 2016 didorong pembiayaan gaji ke-13, Tunjangan Hari Raya (THR) PNS dan realisasi proyek infrastruktur pemerintah.

"Membaiknya perekonomian negara mitra dagang juga memberikan pengaruh positif bagi ekpor tekstil, mebel dan kulit terutama dari Uni Eropa, Jepang dan Korea Selatan.  Sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi DIY adalah perdagangan, jasa pendidikan, informasi dan komunikasi serta administrasi pemerintah," jelas Arief. (Ira)

Kredit

Bagikan