Rencana Pedestrianisasi Malioboro Resahkan Warga

user
agung 20 November 2012, 11:51 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Sekertaris Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM) Edi Susanto mengaku, segenap anggota komunitas Malioboro mendukung penuh rencana pemerintah daerah untuk menata Malioboro menjadi kawasan pedestrian (pejalan kaki). Namun warga komunitas Malioboro mengaku resah dengan rencana tersebut yang diperkirakan akan mematikan usaha warga komunitas disana.


"Kami ingin ke depan kegiatan kami harus tetap teradopsi. Jangan sampai ada unsur kami yang tercecer," ujarnya, Selasa (20/11) di Yogyakarta.


Ia mengaku, keresahan terbesar datang dari komunitas juru parkir, pengemudi becak, andong, hingga pedagang dan pelaku seni. Komunitas ini belum bisa memaknai makna pedestrian. "Pemkot harus lebih intens lagi mengajak berdialog berikan pemahaman secara utuh sejak dini. Kalau terjadi perubahan fisik signifikan, jangan sampai terjadi perubahan pada kami. Kami menjaga komitmen, tidak akan pernah menambah orang di komunitas, untuk menjaga kestabilan," imbuhnya.


Ketua Paguyuban Parkir Malioboro Sunarto menambahkan, ia belum tahu gambaran pedestrian itu seperti apa. Namun ia ingin seluruh pihak komunitas juru parkir dilibatkan secara penuh dalam perancangannya. "Jangan lalu ini menjadi bola liar yang hanya ditangkap teman-teman yang elit saja," ujarnya.


Saat ini menurutnya permasalahan parkir di Malioboro masih saja terus terjadi, dan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkot Yogya menurutnya perlu menambah lahan parkir baru, untuk menambah kenyamanan, mengurai kemacetan, dan meminimalisir pelanggaran parkir yang terus terjadi.


"Pemkot harus lebih proaktif turun ke lapangan, melihat mana lahan-lahan yang bermasalah. Jalur lambat Malioboro kalau libur sering dipakai parkir liar," tandasnya. (Den)

Kredit

Bagikan