Gusti Hadi Nilai Pembangunan Malioboro Semrawut

user
agung 12 Juli 2012, 14:40 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Yogyakarta, KGPH Hadikusumo menilai, revitalisasi yang tengah dilakukan pemerintah kota Yogyakarta di kawasan Malioboro justru membuat kawasan tersebut tidak indah. Pembongkaran beton di sisi jalan Malioboro, dianggap menambah semrawut.

"Indah saja tidak, malah jadi tidak karuan. Mungkin ini hanya untuk memperlebar jalan. Dengan adanya itu sekarang wetan (Timur) untuk parkir motor, kulon (Barat) untuk kaki lima, becak dan andong dan besok mereka malah disuruh lewat tengah," ujar Gusti Hadi di kediamannya, Komplek Kraton Yogyakarta, Kamis (12/6).

Menurut Gusti Hadi, revitalisasi Malioboro tersebut menjadi tidak indah karena tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan, image baru yang ingin diciptakan di kawasan tersebut dianggap tidak memberikan peluang keuntungan apapun khususnya bagi usaha masyarakat.

"Yang untung hanya konsultan. Karena mereka tidak tahu untuk apa, itu tidak mendasar (pembongkarannya). Sehingga kalau hanya digitukan hanya kehilangan uang banyak, tidak menambah peluang tenaga kerja dan peluang pengusaha. Lalu untuk apa," tuturnya.

Ia berpendapat, seharusnya dalam menata kawasan Malioboro, perlu dipisahkan secara matang, mana area yang bisa diubah-ubah atau dikembangkan dan mana yang harus tetap seperti semula. Termasuk dikonsep sejalan dengan revitalisasi stasiun Tugu, malioboro bawah tanah dan revitalisasi benteng Vredeburg.

"Saya tidak tahu kalau itu bagian dari rencana besar. Kan harusnya sekonsep dengan pengembangan stasiun maupun benten Vredeburg. Sehingga itu akan mendorong peluang pengusaha, membuka tenaga kerja dan otomatis meningkatkan pendapatan daerah," imbuhnya. (Aie)

Kredit

Bagikan