Bantaran Code Jogoyudan Bisa Dilewati Mobil

user
tomi 28 Juli 2016, 07:27 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Permukiman padat yang berada di pinggiran Kali Code mulai berbenah. Diawali kawasan Jogoyudan Gowongan Jetis, wajah bantaran sungai sebagian sudah berubah dari kesan kumuh menjadi lebih tertata. Bahkan, berkat akses jalan yang kini menjadi lebih luas, warga bersiap menjadikan Jogoyudan sebagai destinasi wisata alternatif.

Sebelum penataan, akses jalan di pinggiran Code Jogoyudan rata-rata hanya selebar 1,5 meter. Apalagi sejak terjadi erupsi Gunung Merapi 2010, akses jalan tersebut tertutup lahar dingin. Hingga 2012, setiap kali turun hujan kawasan permukiman di sana juga terdampak banjir dari Code akibat pendangkalan material Merapi.

"Kondisi lapangan tersebut yang membuat warga berembug bagaimana menata permukiman yang aman dan nyaman. Waktu itu warga sepakat untuk memperbaiki talut serta rehabilitasi balai RW," ungkap Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Gowongan Atok Setio Budi, Rabu (27/07/2016).

Gayung pun bersambut, perencanaan yang dilakukan oleh warga dilirik Bank Dunia yang siap memberikan bantuan. Apalagi Bank Dunia tengah memiliki program penataan bagi daerah padat, kumuh dan miskin sehingga warga Jogoyudan sepakat mengajukan proposal.

Total dana yang dibutuhkan untuk menata Kampung Jogoyudan sesuai hasil perencanaan warga mencapai Rp 15 miliar. Sedangkan bantuan yang sudah diterima selama dua tahun terakhir hanya berkisar Rp 2 miliar. Meski demikian, upaya penataan masih akan terus dilakukan secara bertahap.

Atok mengaku, terbukanya akses jalan di pinggiran Kali Code terbukti mampu memberikan manfaat bagi warga setempat. Tidak hanya daerah yang semakin tertata, aktivitas warga pun mulai terangkat. (Dhi)

Kredit

Bagikan