Harga Gabah Mulai Turun, Petani Kembali Terancam Rugi

user
danar 11 Februari 2018, 23:10 WIB
untitled


KEBUMEN, KRJOGJA.com - Kendati belum memasuki musim panen raya, namun dimulainya musim panen padi di Kebumen kini diwarnai dengan mulai penurunan harga gabah. Gabah kering giling yang di bulan Januari 2018 lalu mencapai Rp 7 ribu/kilogram, sejak minggu kedua Februari 2018 mulai turun menjadi Rp 5,5 ribu hingga Rp 6 ribu/kilogram.

"Meskipun mulai turun, namun bagi petani harga Rp 5,5 ribu sampai Rp 6 ribu per kilogram tersebut masih terhitung tinggi dan menguntungkan," ungkap petani Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen, Yuwono, di sawahnya, Minggu (11/02/2018).

Menurut Yuwono dalam musim tanam kali ini tanaman padi di desanya tak ada yang terkena puso akibat banjir atau serangan hama wereng. Itulah sebabnya, memasuki minggu kedua Februari 2018 hampir semua tanaman padi di desanya sudah bisa dipanen.

"Kami tinggal memilih, mau menjual gabah basah atau gabah kering giling. Bila gabah basah hanya terjual dengan harga Rp 4 ribu per kilogram. Itulah sebabnya petani di sini lebih suka menjual gabah kering giling karena perolehan uangnya lebih besar, walaupun kami harus mengeluarkan tenaga untuk penjemurannya," ujar Yuwono.

Selain di Candiwulan, beberapa desa di Kecamatan Sruweng, Karanganyar, Gombong, Petanahan, Klirong, Buluspesantren dan Ambal, pada minggu kedua Februari 2018 juga sudah memasuki musim panen padi.

"Beruntunglah petani yang sudah panen padi saat ini, karena harga jual gabah masih tinggi. Biasanya memasuki musim panen raya yang diperkirakan pada minggu pertama Maret 2018 nanti harga gabah diperkirakan akan semakin turun. Bila harga gabah kering di musim panen raya nanti di bawah Rp 3,5 ribu per kilogram, maka petani akan rugi," jelas petani Desa Tambakprogaten Kecamatan Klirong Kebumen,

Rasidi.(Dwi)

Kredit

Bagikan