Legiun Veteran Seleksi Calon Pelaksanan Sosialisaasi

user
ivan 08 Februari 2018, 14:41 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang DPC LVRI DIY menggelar seleksi calon pelaksana sosialisasi Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Juang (JSN) 45. Bertempat di di Aula Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta, kegiatan yang dilaksanakn Rabu (07/02/2018) dan Kamis (08/02/2018) ini diikuti 50 orang Legiun Veteran.

Wakil Ketua Umum DPP LVRI, Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun menyampaikan, latar belakang pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk mendapatkan calon veteran LVRI yang akan bertugas sebagai pelaksana/pemapar kegiatan sosialisasi nilai nilai perjuangan 1945. Hal ini penting dilakukan dalam upaya menanamkan jiwa dan semangat perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Berdasarkan situasi dan kondisi bangsa Indonesia, saat ini telah mengalami degradasi semangat kejuangan dan nasionalisme dalam diri pemuda pemudi Indonesia sebagai penerus bangsa. Degrasi nasionalisme muncul karena kegagalan dalam menghidupkan kembali pemahaman nilai juang dan semangat nasionalisme,” jelasnya.

Adapun tes seleksi diawali dengan tes tertulis terkait materi wawasan nilai nilai kejuangan dan sejarah perjuangan bangsa. Setelah peserta selesai melaksanakan tes tertulis selanjutnya mengikuti tes wawancara oleh pewawancara dari jajaran pengurus DPP LVRI.

Pelaksanaan tes seleksi diikuti 50 orang veteran LVRI,  untuk memilih 30 orang veteran DIY guna selanjutnya akan mendapatkan penataran dari DPP LVRI selama 1 minggu di Bali untuk menyamakan visi misi. Materi yang diperoleh nantinya nantinya akan disosialisasikan kepada pelajar dan mahasiswa, karang taruna, Pramuka, santri hingga Taruna maupun Taruni Akademi dan siswa siswi Lemdik TNI Polri wilayah DIY.

“Dengan adanya upaya dari program sosialisasi JSN 45 oleh DPP bersama DPD dan DPC LVRI seluruh Indonesia, diharapkan pemuda pemudi Indonesia mempunyai rasa kebersamaan dalam memahami dan menyikapi situasi kondisi bangsa dan negara Indonesia. Sehingga bangsa ini dapat dihindarkan dari bahaya perpecahan serta untuk tetap tegaknya persatuan dan kesatuan NKRI,” jelasnya. (Van)

Kredit

Bagikan