Toleransi Ala Warga Wonorejo Saat Idul Adha

user
ivan 22 Agustus 2018, 14:57 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com -  Umat muslim di berbagai wilayah melaksanakan Sholat Ied memperingati Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/8/2018) pagi. Tak terkecuali di masjid Padukuhan Wonorejo Hargobinangun Pakem Sleman. Ratusan warga dusun menggelar sholat ied dengan penuh kekhusyukan sejak pagi hari.

Momen menyejukkan tersebut semakin terlihat nyata ketika sholat Ied di Masjid Baitul Makmur Wonorejo hampir usai. Warga pemeluk agama lain yang hidup berdampingan di Wonorejo mulai berdiri di tepi jalan keluar masjid.

Para warga memberikan salam pada umat muslim yang baru saja menyelesaikan ibadah sholat. Mereka memberikan salam selamat pada warga muslim yang baru saja merayakan hari raya keagamaan Idul Adha.

Dukuh Wonorejo, Monika Esti Widyaningsih mengatakan tradisi seperti ini telah ada cukup lama di Wonorejo bahkan sebelum Esti menjadi dukuh setempat. “Setiap hari raya keagamaan baik Idul Fitri dan Idul Adha, sudah jadi tradisi warga non Muslim di dusun kami untuk memberikan ucapan selamat setelah sholat Ied selesai. Semua warga menyambut dengan gembira karena momen ini adalah hal baik,” ungkap Esti.

Toleransi antar umat beragama di Wonorejo juga terlihat jelas ketika umat kristiani merayakan hari raya baik Natal maupun Paskah. Dalam momen tersebut, giliran warga muslim yang menjaga parkir serta keamanan di gereja yang ada di wilayah tersebut.

“Di dusun kami kebetulan ada gereja stasi dan umat Muslim selalu ikut serta saat kami merayakan hari raya keagamaan. Ya jaga parkir, ya keamanan jadi memang raket sekali hubungannya. Setelah selesai perayaan pun kami santap malam bersama agar semakin rumaket lagi,” sambungnya.

Tak hanya saat hari raya keagamaan saja, kerukunan warga di Wonorejo selalu terlihat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Misalnya ada pembangunan di dusun ya semua warga masyarakat turun tanpa memandang suku, agama, RAS. Sampai kapanpun akan kami pertahankan tradisi seperti ini,” pungkas Esti.

Toleransi antar umat beragama seperti ini sebenarnya tak hanya terjadi di Wonorejo saja. Banyak wilayah lain di DIY yang masyarakatnya tetap menjunjung kerukunan antar umat beragama dan selalu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Fxh)

Kredit

Bagikan