Pameran Seni Rupa Kembali Dihelat di Omah Petroek

user
tomi 16 Agustus 2018, 10:22 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com  – Di Omah Petroek kembali akan dihelat pameran seni rupa 'Sanggar Sejati' yang ke lima kalinya, mulai Minggu tanggal 19 – 20 Agustus 2018. Pelaksanaan pameran tersebut akan dibuka pada Minggu 19 Agustus 2018 jam 10.00 WIB oleh Romo Sindhunata. Pameran kali ini akan mengangkat tema budaya nusantara.

Demikian disampaikan oleh pengelola gallery Omah Petroek Antok, Rabu 15 Agustus 2018. Dituturkan diantara alasan dilaksanakannya pameran tersebut berawal dari harapan yang mulia terhadap generasi muda Indonesia yang merupakan calon pewaris nilai nilai budaya nusantara yang adi luhung. Tidak semestinya generasi muda Indonesia lebih mencintai budaya asing daripada budaya sendiri.

"Tidak bisa dipungkiri pada saat ini kemajuan tehnologi akibat globalisasi yang luar biasa telah memberikan pengaruhnya yang bersifat positif maupun negatif. Pengaruh negatif berakibat hingga ke pergeseran pola sikap dan tingkah laku yang justru bertentangan dengan adat ketimuran," kata Antok.

Karen itu, kata Antok hadirnya budaya asing harus disaring dengan membuang norma-norma yang tidak sesuai bertentangan dengan norma norma bangsa ketimuran.


Dalam kesempatan tersebut juga akan ditampilkan berbagai seni pertunjukan oleh seniman-seniman handal, diantaranya Toles Suparman, Gunawan, Agus Klowar Purwanto, Tukirno B. Sutejo, Aditya, Harman Art Ida Ratnaningrum, Dody Tri Haryanto, Bagaskara, Eka Mbendol Purnomo, Handayana, Yantje Anto Gimbal, Hendro Purwoko, Nonik Pratiwi, Wuri Hantoro, Tores, M. Chairul Retno Pamungkas, Fatah Hidayat, Eris Retno Palupi, Pramana Hadi, Guridwan Budi, dan Khalid Nasrulah.

Secara terpisah Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Wasita, SS, M.AP mengungkapkan bahwa seniman memiliki peran yang besar terhadap pelestarian dan pengembangan budaya. Melalui karya-karyanya di masing-masing bidang mereka mengungkapkan ide dan gagasannya yang berupa karya budaya.

"Upaya dan wahana apresiasi terhadap karya budaya itulah yang perlu dikembangkan dan ditumbuhsuburkan agar generasi penerus bangsa dapat mengenal budaya sendiri daripada budaya asing. Mengembangkan jati diri melalui apresiasi karya budaya merupakan hal yang luhur yang pada gilirannya akan meningkatkan kecintaan terhadap bangsa sendiri." (*)

Kredit

Bagikan