Peras Pengurus Kandang, ‘KPK Gadungan’ Ditangkap

user
agus 15 Agustus 2018, 17:44 WIB
untitled

BANTUL, KRJogja.com - Sepak terjang Rs (40) warga Dlingo Banyuroto Nanggulan Kulonprogo yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan berakhir ditangan petugas Polres Bantul dan Polsek Bambanglipuro Bantul. Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Bantul.

Sebelum dibekuk, tersangka sudah melakukan penipuan terhadap pengurus Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Selogedong Sedayu Bantul Rp 36 juta dengan dalih akan dikembalikan ke kas negara. Dari tangan tersangka menyita barang bukti, 1 lencana bertuliskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Id Card atas Nama Risdiyanto NPP 004233, stampel bertuliskan Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara DPD Yogyakarta Aliansi Indonesia, borgol, tas berisi PIN bertuliskan Satgas Saber Pungli, PIN bertuliskan BIN, kwitansi dan sejumlah barang bukti lainnya. Tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang dugaan tindak pidana pemalsuan.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK didampingi Kanit IV Sat Reskrim Polres Bantul, Ipda  M Andri Setiawan SH, Rabu (15/8) mengatakan terungkapnya kasus penipuan oleh petugas KPK abal-abal  terjadi awal Juni 2018. Waktu itu  tersangka mendatangi kandang kelompok Ngudi Rejeki di Selogedong Sedayu Bantul. Kedatangan tersangka Rs yang mengaku sebagai anggota KPK ingin tahu perihal bantuan sapi. “Tersangka Rs ini mendatangi kelompok itu dengan berdalih ada dugaan penyelewengan,” ujar Sahat.

Setelah peristiwa Kadri sebagai ketua kelompok diminta datang ke Kantor KPK di Jalan Wates Pedes Argomulyo Sedayu Bantul. Dalam pertemuan itu ketua kelompok dimintai keterangan oleh tersangka Rs terkait jumlah bantuan sapi yang tidak sesuai dengan ketika diserahkan. Karena ada dugaan pelanggaran, tersangka Rs minta uang pengganti Rp 36 juta dengan alasan untuk dikembalikan ke aset negara.  Karena terus didesak oleh oknum KPK gadungan itu, anggota kelompok  akhirnya patungan agar bisa memenuhi  permintaan. “Penyerahan uang dilakukan secara bertahap yang jumlahnya mencapai Rp 36 juta penyerahan juga di tempat yang diklaim Rs sebagai kantor KPK di Jalan Wates,” kata Sahat.

Selain diberi kwitansi bukti penyerahan uang pengembalian, kelompok ternak juga diberikan surat keterangan bahwa pengelolaan ternak sapi sudah sesuai.  Setelah peristiwa itu, Rs bermaksud melakukan aksi serupa di Kelompok Ternak Sapi Andini Lestari Paker Mulyodadi Bambanglipuro Bantul.  Tersangka mengaku petugas KPK yang sedang melaksanakan penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran hibah kelompok ternak itu.

Tidak hanya tersangka juga minta uang kepada ketua kelompok sebesar Rp 35 juta. Peristiwa itu kemudian dikoordinasikan dengan petugas reskrim  dan sepakat menyediakan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Ketika penyerahan itu tersangka langsung ditangkap  dan di bawa ke Polsek Bambanglipuro. “Tersangka ini masih bersikukuh sebagai petugas KPK, oleh karena itu masih kita kembangkan lagi. Termasuk bagaimana bisa mengetahuai program pemerintah yang dijadikan celah untuk berbuat kejahatan,” ujarnya. (Roy)

Kredit

Bagikan