6 Tips Mudah Klaim BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Terbaik

user
agung 04 Agustus 2018, 13:40 WIB
untitled

SEJAK 2011, Pemerintah telah menghadirkan BPJS Kesehatan untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah juga mewajibkan setiap WNI untuk mendaftarkan diri pada program ini agar dapat menggunakan layanan kesehatan yang merata.

Sayangnya, pengaduan masyarakat terkait BPJS Kesehatan masih cukup banyak terdengar. Dari berbagai keluhan tersebut, kebanyakan peserta mengeluhkan soal prosedur klaim yang sulit dan alur informasi kurang jelas.

Sebelum mengeluhkan pelayanan kesehatan ini, ada baiknya Anda memahami sistem BPJS Kesehatan dengan baik sejak awal. Hal ini bertujuan agar saat proses klaim pelayanan, Anda tidak akan mendapat masalah. Berikut 6 tips yang bisa Anda lakukan untuk mempermudah proses klaim BPJS Kesehatan:

1. Daftarkan seluruh anggota keluarga sejak awal

Berdasarkan peraturan pemerintah, kepesertaan BPJS Kesehatan harus mencakup seluruh anggota keluarga dalam satu KK (Kartu Keluarga). Bahkan, beberapa kasus pada Faskes (fasilitas kesehatan) akan menolak proses klaim jika ada satu saja anggota keluarga pada KK yang belum terdaftar BPJS.

Dengan mendaftarkan satu keluarga sekaligus sejak awal, peserta turut menjamin perlindungan kesehatan seluruh anggota keluarga di rumah. Pembayaran juga menjadi lebih mudah karena peserta hanya perlu memasukkan 1 nomor VA (virtual account) untuk membayar iuran seluruh anggota keluarganya.

2. Pilih Faskes yang mudah dijangkau

Dalam prosesnya, BPJS memberlakukan 2 alur pemeriksaan melalui Faskes. Faskes 1 adalah Puskemas dan klinik, sementara Faskes 2 rumah sakit. Peserta hanya boleh mendatangi Faskes yang tercantum dalam kartu keanggotaannya untuk berobat.

Faskes tersebut dapat dipilih sendiri oleh peserta BPJS Kesehatan. Demi kemudahan pelayanan, pilih Faskes yang dekat dari tempat tinggal sehingga peserta dapat menjangkau dengan cepat termasuk saat darurat. Selain lokasi, pertimbangkan pula kelengkapan fasilitas dan kualitas pelayanan Faskes yang hendak dipilih agar Anda mendapatkan pelayanan maksimal.

Tak perlu khawatir, saat Anda pindah tempat tinggal pilihan Faskes ini juga dapat diganti dengan memproses penggantian di Kantor BPJS terdekat. Syaratnya, Anda harus sudah menjadi peserta BPJS selama minimal 3 bulan.

3. Selalu siapkan Kartu BPJS dan KTP

Peserta harus menunjukkan kartu keanggotaan dan KTPnya setiap kali akan berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Karena itu, pastikan dua kartu tersebut selalu ada di dompet dan dibawa ke mana-mana. Siapkan pula minimal satu lembar fotokopi masing-masing kartu untuk keperluan administrasi. 

Untuk persiapan lebih matang, tambahkan minimal satu fotokopi KK saat proses klaim BPJS Kesehatan. Dokumen ini kerap diminta terutama saat peserta mendatangi Faskes 2 atau Unit Gawat Darurat.

4. Bayar iuran tepat waktu

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan harus dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Terlewat sehari saja, kepesertaan akan langsung dibekukan. Hal tersebut tentu akan menghambat pelayanan saat Anda dalam kondisi darurat. Pasalnya, pelayanan kesehatan terutama rawat inap, tidak dapat diberikan sampai peserta mengaktifkan kembali status kepesertaannya.

Untuk mengaktifkannya kembali, peserta harus membayar iurannya sesegera mungkin. Dalam waktu 45 hari setelah pengaktifan, peserta juga harus membayar denda sebesar 2,5% dari total biaya kesehatan yang tertunggak setiap bulannya.

Untungnya, saat ini Traveloka melalui produk Tagihan & Isi Ulang menyediakan layanan pembayaran BPJS Kesehatan. Hal ini tentunya akan memudahkan Anda untuk membayar BPJS Kesehatan di mana pun dan kapan pun dengan praktis dan aman. Jadi, tak perlu khawatir lagi mendapat denda karena telat membayar.

5. Memahami prosedur klaim dan menaatinya

Untuk klaim pelayanan BPJS, Anda perlu melakukan beberapa prosedur. Pertama, pasien terlebih dahulu berobat di Faskes 1 dengan menunjukan dokumen syarat seperti Kartu BPJS, KTP, dan KK di loket yang tersedia sebelum mendapat penanganan. Apabila Faskes 1 memandang pasien butuh penanganan lebih intensif, maka pasien akan dirujuk ke Faskes 2. 

Mintalah rujukan ke Faskes 2 yang paling mudah dijangkau dan memadai untuk melakukan pengobatan. Saat di Faskes 2, tunjukkan kembali dokumen syarat beserta surat rujukan dari Faskes 1 ke loket BPJS yang ada. Jika syarat sudah lengkap, pasien akan mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Ada kalanya kondisi pasien terlalu parah sehingga harus mendapatkan penanganan segera. Jika begitu, pasien dapat langsung dibawa ke UGD rumah sakit terdekat dengan tetap menunjukkan dokumen BPJSnya. Pada rumah sakit tertentu, UGD menyediakan ruang khusus untuk peserta BPJS sehingga pelayanan lebih sigap.

6. Pelajari kondisi Faskes sebelum berkunjung

Mengingat proses administrasi BPJS Kesehatan cukup panjang, maka peserta sebaiknya sudah mengetahui kondisi Faskes sebelum berkunjung agar proses berjalan lebih cepat. Sehari sebelum berobat, carilah informasi terkait alamat dan jam operasional. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses administrasi saat tiba di Faskes.

Sebaiknya, Anda perlu datang ke Faskes sejak pagi atau setelah jam makan siang saat antrean belum terlalu menumpuk. Jadi, Anda tidak akan terlalu menunggu lama sembari menahan rasa sakit.

Itulah beberapa informasi bermanfaat mengenai cara memperlancar klaim BPJS Kesehatan. Untuk mempermudah, jangan lupa untuk selalu menyiapkan berkas yang diperlukan. Selain itu, agar pelayanan tetap terjamin Anda perlu membayar BPJS tepat waktu setiap bulannya. Yuk, mulai rutin membayar untuk jaminan kesehatan sekeluarga!

Kredit

Bagikan