Angka Perceraian Tinggi, Lembaga Kursus Pra Nikah Dibutuhkan

user
danar 01 Agustus 2018, 13:20 WIB
untitled

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Lembaga kursus pra nikah yang dikelola Kementerian Agama (Kemenag) dinilai belum berjalan efektif. Sementara angka perceraian pada pasangan keluarga muda semakin tinggi. Bahkan di Kabupaten Purworejo pada dekade lima tahun hingga 2016 tercatat angka perceraian mencapai 3.464 pasangan dari 32.827 pernikahan atau sekitar 10,54 persen.

“Budaya meminta maaf harus ditingkatkan, paling tidak dalam sebuah rumah tangga, ayah dan ibu berebut untuk meminta maaf. Jika kebiasaan ini dibudidayakan, maka hubungan keluarga akan harmonis,” kata Pengasuh Pondok Pesantren (PP) An-Nawawi Berjan Kabupaten Purworejo KH Achmad Chalwani Nawawi dalam pembukaan seminar problematika pendidikan pra nikah dan usaha pelestarian dalam perkawinan yang diselenggarakan Sekolah Tinggai Agama Islan An-Nawawi (STAIAN) Purworejo di kampus setempat, Rabu (1/8/2018).

Seminar menghadirkan nara sumber Direktur SAMAPA Parenting Surabaya Halilur Rohman MHI, Kepala Kemenag Purworejo Drs H Bambang Sucipto MAg, dan Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Purworejo Sutan Hakim SAG SH.

Seminar ini sekaligus menandai dibukanya Lembaga Kursus Pra Nikah dan Konseling Keluarga dibawah naungan STAIAN Purworejo.

Menurut Wakil Ketua (Waket) I STAIAN Sahlah SAg MAg, lembaga ini didirikan untuk masyarakat umum, terutama bagi warga masyarakat yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. “Prinsipnya kami membantu warga masyarakat yang akan memasuki kehidupan baru berumah tangga, sehingga tidak mudah kandas,” katanya didampingi Kaprodi Ahwal Syakhsiyah STAIAN Musahal LC. (Nar)

Kredit

Bagikan